SokoBisnis

Pinjaman KUR Mandiri 2025: Solusi Modal UMKM dengan Cicilan Ringan dan Bunga Rendah

Mau usaha makin maju? Manfaatkan KUR Mandiri 2025 dengan bunga rendah & cicilan ringan. Yuk pilih tenor sesuai bisnismu dan kembangkan usaha lebih cepat!

By Ratu Putri Ayu  | Sokoguru.Id
31 Agustus 2025
<p>KUR Mandiri 2025 hadir dengan bunga 6% dan tenor fleksibel. Solusi modal UMKM untuk usaha lebih maju dengan cicilan ringan dan syarat mudah.</p>

KUR Mandiri 2025 hadir dengan bunga 6% dan tenor fleksibel. Solusi modal UMKM untuk usaha lebih maju dengan cicilan ringan dan syarat mudah.

SOKOGURU - Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), KUR Mandiri 2025 hadir bukan hanya sebagai akses permodalan, tetapi juga sebagai peluang strategis untuk meningkatkan daya saing bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mandiri 2025 menjadi salah satu pembiayaan paling diminati pelaku UMKM karena memberikan ruang pengembangan usaha tanpa harus menyediakan agunan tambahan.

Bank Mandiri menawarkan fasilitas ini dengan keunggulan bunga rendah, proses pengajuan yang relatif cepat, serta syarat mudah, sehingga menjadikannya pilihan tepat bagi banyak pelaku usaha di berbagai sektor.

Salah satu daya tarik utama dari Dana KUR Mandiri 2025 terletak pada bunga tetap hanya 6% per tahun.

Selain itu, tenor pinjaman dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing pelaku usaha, sehingga lebih fleksibel dalam perencanaan angsuran.

Meski demikian, menentukan tenor dan cicilan ideal bukan hal yang sederhana karena setiap jenis usaha memiliki pola arus kas yang berbeda.

Oleh sebab itu, pemilihan tenor harus disesuaikan dengan kondisi riil usaha.

Sebagai gambaran, berikut simulasi cicilan berdasarkan Tabel KUR Mandiri 2025 dengan plafon pinjaman Rp80 juta dan bunga 6% per tahun:

  • Tenor 12 bulan: Rp6.885.314 per bulan
  • Tenor 24 bulan: Rp3.545.649 per bulan
  • Tenor 36 bulan: Rp2.433.755 per bulan

Dari simulasi di atas, tenor 36 bulan menawarkan cicilan paling ringan, yakni sekitar Rp2,4 juta per bulan.

Skema ini cocok bagi usaha dengan pendapatan stabil, namun tidak cukup kuat untuk menanggung cicilan besar.

Baca Juga:

Sebaliknya, tenor 12 bulan lebih tepat dipilih usaha yang sudah mapan dengan perputaran modal cepat.

Meskipun cicilan bulanannya lebih besar, total bunga yang harus dibayarkan lebih efisien.

Untuk usaha ritel harian atau kuliner, tenor 24 bulan bisa menjadi opsi seimbang karena angsuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu panjang.

Sementara itu, sektor pertanian atau produksi musiman lebih ideal menggunakan tenor panjang agar cicilan tetap aman meski pemasukan bulanan tidak selalu stabil.

Analisis mendalam terhadap Angsuran KUR Mandiri 2025 sangat penting. Cicilan bukan hanya soal angka nominal, tetapi juga bagaimana pinjaman tersebut bisa menopang perkembangan usaha dalam jangka panjang.

Setiap rupiah dari kredit usaha rakyat sebaiknya diarahkan untuk aktivitas produktif yang memberi nilai tambah, bukan sekadar menutup kebutuhan konsumtif yang tidak menghasilkan keuntungan.

Calon debitur perlu memahami syarat KUR Mandiri 2025, di antaranya memiliki usaha produktif minimal berjalan 6 bulan, melengkapi legalitas usaha seperti Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa/kelurahan, serta tidak sedang menerima kredit produktif lainnya dari bank.

Dengan memperhatikan syarat, pilihan tenor, serta simulasi cicilan, pelaku UMKM dapat memaksimalkan program ini untuk memperkuat pondasi bisnis mereka.

KUR Mandiri 2025 bukan sekadar tambahan modal, melainkan juga sebuah jembatan inklusif yang mendorong usaha mikro tumbuh lebih kokoh di tengah iklim persaingan yang dinamis.

Perencanaan yang tepat terkait penggunaan dana serta strategi pembayaran cicilan akan sangat menentukan apakah usaha hanya mampu bertahan atau justru berkembang pesat bersama dukungan KUR Mandiri 2025. (*)