SOKOGURU - Harga emas kembali menunjukkan tren positif, baik di pasar global maupun domestik.
Kenaikan yang konsisten selama beberapa tahun terakhir menegaskan, bahwa logam mulia ini masih menjadi salah satu instrumen investasi yang paling aman sekaligus menjanjikan.
Pada perdagangan Selasa, 27 Agustus 2025, harga emas dunia berada di level US$3.378,70 per troy ons, hanya sedikit di bawah rekor tertinggi, yang pernah menyentuh US$3.500 per troy ons pada April lalu.
Jika dihitung secara tahunan, harga emas global sudah melonjak hingga 33,87%, mencerminkan apresiasi nilai yang signifikan di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik dunia.
Di Indonesia, emas batangan Antam juga mengalami pergerakan serupa. Harga jual emas ukuran 1 gram tercatat Rp1.940.000, naik Rp8.000 dari sehari sebelumnya.
Sementara harga buyback ikut terdongkrak ke angka Rp1.786.000 per gram. Investor yang membeli emas pada Agustus 2024, ketika harganya berada di kisaran Rp1.420.000 per gram, kini bisa meraih keuntungan sekitar 25,77%.
Para analis memproyeksikan tren bullish ini masih akan berlanjut. Hingga akhir 2025, harga emas dunia diperkirakan bisa menembus kisaran US$3.634 - US$3.653,60 per troy ons.
Tahun 2026 diprediksi naik lagi ke US$3.839 - US$4.838, dan pada 2030 berpotensi menyentuh US$5.093 - US$6.820.
Bahkan, prediksi jangka panjang menyebutkan harga emas bisa mencapai US$9.261 - US$11.011 per troy ons pada tahun 2050.
Mengapa Menabung Emas Semakin Menguntungkan?
Emas sejak lama dikenal sebagai safe haven asset, yakni aset lindung nilai yang tetap diminati ketika kondisi global penuh ketidakpastian.
Ketegangan geopolitik, fluktuasi ekonomi, hingga kebijakan moneter internasional justru membuat emas semakin dicari investor.
Beberapa alasan utama menabung emas antara lain:
1. Safe Haven Asset
Nilai emas cenderung stabil, bahkan bisa naik ketika instrumen lain seperti saham, obligasi, atau kripto sedang tertekan.
2. Likuiditas Tinggi
Emas mudah diperjualbelikan, baik dalam bentuk fisik (perhiasan, logam mulia Antam, Pegadaian) maupun digital melalui aplikasi investasi.
3. Risiko Lebih Rendah
Volatilitas harga emas relatif lebih rendah dibanding saham dan kripto, sehingga cocok untuk investor konservatif atau pemula.
4. Kemudahan Akses
Kini menabung emas tidak membutuhkan modal besar. Melalui platform digital, masyarakat bisa membeli emas mulai dari pecahan 0,01 gram saja.
Dengan tren kenaikan harga yang berkelanjutan dan akses pembelian yang semakin mudah, emas tidak hanya menjadi simbol kemewahan, tetapi juga instrumen investasi yang aman, stabil, dan menguntungkan.
Baik dalam bentuk fisik melalui Antam atau Pegadaian, maupun secara digital, menabung emas semakin relevan sebagai strategi menjaga sekaligus meningkatkan nilai aset di masa depan.(*)