SokoBerita

Rano Karno Tinjau MPLS 2025: Sekolah Harus Bebas dari Perploncoan!

Rano Karno pantau MPLS 2025 di dua sekolah Jakarta Selatan. Ia ingatkan agar tak ada perploncoan dan tekankan pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan ramah.

By Deri Dahuri  | Sokoguru.Id
15 Juli 2025
<p>Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan kunjungan kerja ke dua sekolah di Jakarta Selatan pada Selasa (15 Juli 2025) dalam rangka memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025. (Dok.Pemprov DKI Jakarta)</p>

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan kunjungan kerja ke dua sekolah di Jakarta Selatan pada Selasa (15 Juli 2025) dalam rangka memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025. (Dok.Pemprov DKI Jakarta)

SOKOGURU, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan kunjungan kerja ke dua sekolah di Jakarta Selatan pada Selasa (15 Juli 2025) dalam rangka memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025.

Dua sekolah yang dikunjungi yakni SD/SMP/SMA Islam Al-Ikhlas di Jalan Cipete III, Cilandak, Jakarta Selatan, dan SMAN 6 Jakarta di Jalan Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Hari ini saya memang sengaja meninjau beberapa sekolah, tapi tentu nggak bisa semuanya karena ada kegiatan lain,” ujar Rano kepada wartawan.

Baca juga: Jakarta Fair 2025 Catat Omzet Rp7,3 Triliun! UMKM DKI Panen Rezeki, Antusiasme Warga Meledak

Menurut Rano, MPLS sangat penting bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan barunya. 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembiasaan dengan sistem pendidikan di jenjang baru serta membangun relasi dengan sesama siswa, kakak kelas, guru, dan civitas sekolah lainnya.

“Intinya MPLS itu mengenalkan lingkungan sekolah dan membangun interaksi awal yang positif,” kata Rano.

Baca juga: Rute Baru MRT Jakarta Menuju Tangsel Masuk Tahap Studi, Ini Skema Pembiayaannya

Ia pun menyampaikan bahwa laporan yang diterima sejauh ini menunjukkan MPLS di DKI Jakarta berjalan tertib dan sesuai koridor. 

Namun demikian, Rano tetap mengingatkan agar tidak ada toleransi terhadap praktik perploncoan, baik dalam bentuk kekerasan fisik maupun tekanan mental.

“Mudah-mudahan berjalan dengan baik semua. Kita ingin MPLS jadi pengalaman menyenangkan, bukan menakutkan,” tegas Rano.

Baca juga: DPR RI: Banjir Jakarta Bukan Takdir, Tapi Cermin Gagalnya Kebijakan dan Perencanaan!

Rano berharap sisa hari pelaksanaan MPLS dapat terus dimanfaatkan untuk menanamkan nilai positif, semangat belajar, dan budaya sekolah yang inklusif dan ramah bagi siswa baru.(*)