SokoBerita

Pimpin Ratas Ekonomi, Presiden Arahkan Program ‘Waste to Energy’ Dipercepat dan Soroti Harga Pangan

Presiden minta agar proses administrasi program waste to energy dipercepat. Dari enam bulan dipangkas jadi tiga bulan agar target 18 bulan bisa tercapai.

By Rosmery C Sihombing  | Sokoguru.Id
25 Agustus 2025
<p>Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perekonomian nasional bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 25 Agustus /2025). (Dok. BPMI Setpres)</p>

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai perekonomian nasional bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 25 Agustus /2025). (Dok. BPMI Setpres)

SOKOGURU, JAKARTA- Isu strategis yang mencakup ketahanan pangan, pengelolaan energi berbasis sampah, hingga program koperasi desa untuk memperkuat ekonomi rakyat menjadi pokok bahasan dalam rapat terbatas (ratas) mengenai perekonomian nasional, Senin, 25 Agustus 2025. 

Ratas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto   di Istana Merdeka, Jakarta, itu diikuti jajaran menteri Kabinet Merah Putih. 

Dalam keterangannya seusai mengikuti rapat, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan, Presiden memberikan arahan khusus agar program waste to energy dipercepat. 

Baca juga: Presiden Prabowo: Percepatan Program Listrik Desa untuk 5.700 Desa dan 4.400 Dusun Selesai pada 2029–2030

Menurutnya, Presiden meminta agar proses administrasi yang semula dijadwalkan enam bulan dipangkas menjadi tiga bulan agar target penyelesaian proyek dalam 18 bulan bisa tercapai.

“Saya tadi mengatakan, kami sudah selesai tanda tangan. Tinggal nunggu perpres (peraturan presiden) 1-2 hari ini turun. Maka proses 6 bulan untuk administrasi, 1,5 tahun untuk pengerjaan, mudah-mudahan 2 tahun persoalan sampah kita bisa atasi. Tapi tadi Presiden menegur kami, jangan 6 bulan administrasi, 3 bulan kalau bisa. Sehingga 18 bulan bisa selesai, kita usahakan,” ujarnya.

Selain itu, sambung Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, ratas juga membahas terkait perkembangan program koperasi desa yang kini sudah mulai berjalan. 

Menko Pangan menyebut bahwa implementasinya masih menunggu turunan peraturan dari Kementerian Keuangan.

Baca juga: Pidato Perdana Presiden Prabowo: Transisi Kepemimpinan Lancar, Demokrasi Indonesia Diakui Dunia
“Mudah-mudahan dalam waktu singkat, satu minggu, dua minggu ini bisa selesai,” katanya.

Pada rapat tersebut, Menko Pangan turut melaporkan capaian bantuan pangan sebesar 360 ribu ton yang telah tersalurkan. Zulhas menambahkan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan target 1,3 juta ton masih berjalan lambat karena rata-rata distribusi harian baru mencapai 6 ribu ton.

“Target kita 30 ribu ton satu hari. Sehingga dalam tempo 1-2 bulan bisa selesai. Sehingga di mana-mana nanti pasar akan dibanjiri SPHP. Kalau ada kenaikan otomatis kalau SPHP turun, tentu akan bisa diatasi,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia turut melaporkan kondisi harga beras yang mulai berangsur turun kepada Presiden Prabowo. Tidak hanya itu, Mentan menyampaikan kesiapan pemerintah melakukan operasi pasar yang rencananya berkelanjutan hingga Desember mendatang.

“Beras yang kita siapkan SPHP adalah sebanyak 1,3 juta ton sampai Desember. Kita target insyaallah ke depan harga beras berangsur-angsur turun,” ujar Mentan Amran. (SG-1)