SOKOGURU - Rahasia Viral UMKM di Bulan Ramadan: Pilih Jalur Iklan atau Omongan Tetangga?
Momen Puasa Ramadan selalu menjadi ladang emas bagi para pelaku ide bisnis UMKM untuk meraup cuan melimpah. Dari takjil segar hingga hampers estetik, semua mendadak laku keras di pasar.
Namun, di tengah persaingan ketat, banyak pedagang yang terjebak ambisi untuk sekadar viral secara instan. Padahal, esensi bisnis di bulan suci bukan cuma soal dikenal, tapi soal bagaimana membangun kepercayaan pelanggan.
Baca Juga:
Bicara soal popularitas, akun Instagram @pantauusaha dalam unggahannya yang berjudul "Kalian pilih mana viral karna endorse dan iklan" memberikan perspektif menarik bagi kita semua.
"Tau gak sih, Viral itu sebenarnya bisa dibeli?" ungkap narasumber dari akun @pantauusaha memulai penjelasannya.
Strategi membakar uang lewat iklan besar-besaran memang sering kita temui pada brand yang tiba-tiba muncul di beranda media sosial kita. Efeknya memang instan, toko langsung diserbu pembeli yang penasaran.
"Banyak brand yang kelihatan rame, padahal itu hasil iklan gede-gedean dan endorse masif dimana-mana," lanjut narasumber tersebut menjelaskan fenomena yang terjadi.
Meski terlihat sukses, popularitas jenis ini terkadang terasa semu karena hanya mengandalkan frekuensi kemunculan konten, bukan kualitas asli. Pembeli datang karena melihat iklan, bukan karena butuh.
"Bukan karena tiba-tiba disukai semua orang, tapi karena sering muncul aja dimana-mana," tambah sang narasumber menekankan pentingnya pemahaman algoritma.
Bagi Anda yang baru merintis usaha kecil, ada baiknya tidak terlalu terobsesi dengan angka engagement yang tinggi di awal perjalanan. Fondasi bisnis yang kuat jauh lebih penting daripada angka likes.
"Buat teman-teman pelaku UMKM, jangan kejar Viral dulu," saran narasumber dengan nada yang penuh penekanan dan edukatif.
Langkah bijak yang bisa diambil adalah mematangkan kualitas produk serta memberikan sentuhan personal dalam setiap pelayanan kepada para pembeli. Pengalaman berbelanja yang berkesan akan menciptakan loyalitas.
"Fokus dulu ke produk, pelayanan yang memberikan pengalaman hangat ke pembeli, serta konten yang jujur dan relate," tutur narasumber memberikan tips praktis.
Ingatlah bahwa kepuasan pelanggan adalah promosi terbaik yang tidak bisa dibeli dengan nominal uang berapapun. Testimoni jujur dari mulut ke mulut justru jauh lebih sakti.
"Karena Viral bisa dibeli, tapi kepercayaan pembeli harus dibangun. Setuju gak? Tulis di komentar," pungkas narasumber menutup diskusi singkat tersebut.
Kini pilihannya ada di tangan Anda, ingin dikenal karena iklan yang masif atau dicintai karena pelayanan yang tulus dan berkualitas tinggi? Selamat berbisnis di bulan penuh berkah! (*)
Video Menarik buat Kamu!