Persib Bandung Kecam Tindak Rasisme terhadap Kakang dan Mikael Tata

Persib kecam serangan rasisme terhadap Kakang Rudianto & Mikael Tata. Sepak bola adalah ruang respek, bukan kebencian. Mari dukung iklim olahraga yang sehat!

Author Oleh: Pipin Lukmanul Hakim
05 Maret 2026
<p>Momen latihan pemain Persib. Pihak manajemen Persib mengecam tindakan rasisme terhadap pemain sepak bola di media sosial. Foto: Persib.</p>

Momen latihan pemain Persib. Pihak manajemen Persib mengecam tindakan rasisme terhadap pemain sepak bola di media sosial. Foto: Persib.

SOKOGURU - Dunia sepak bola sejatinya merupakan ekosistem unik yang mampu meleburkan berbagai perbedaan.

Mulai dari keberagaman budaya, latar belakang etnis, hingga bahasa, semuanya menyatu membentuk harmoni yang membuat olahraga ini menjadi yang paling dicintai.

Mengingat esensinya sebagai pemersatu, segala bentuk praktik rasisme dalam sepak bola adalah pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan yang tidak memiliki tempat.

Manajemen Persib Bandung memberikan perhatian yang sangat serius terhadap insiden serangan rasis yang terjadi di media sosial.

Serangan tersebut, ditujukan kepada dua talenta muda Tanah Air, Mikael Alfredo Tata dan Kakang Rudianto, menyusul laga panas antara Persebaya Surabaya vs Persib pada 2 Maret 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Kejadian ini menjadi pengingat pahit, meski teknologi berkembang perilaku negatif di media sosial masih menjadi tantangan besar.

Sepak bola seharusnya menjadi sarana untuk saling mengapresiasi bukan platform untuk menyebarkan narasi kebencian.

Kritik Olahraga vs Serangan Identitas

Dalam dinamika olahraga profesional, kritik terhadap performa pemain di lapangan adalah sebuah hal yang lumrah.

Namun, ketika kritik tersebut bergeser menjadi serangan terhadap identitas ras, fisik, atau latar belakang seseorang, maka batasan etika telah terlampaui.

Baca Juga:

Sebagai bentuk sikap nyata, bos Persib menegaskan posisi klub untuk berdiri tegak melindungi pemainnya.

"Kami ingin menegaskan, bahwa Persib berdiri bersama Kakang Rudianto dan juga memberikan dukungan moral kepada Mikael Alfredo Tata," ujar Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.

"Kedua pemain tersebut adalah bagian dari generasi muda sepak bola Indonesia yang sedang berkembang, dan mereka berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, aman, serta penuh respek untuk terus bertumbuh," tegasnya.

Ajak Suporter Jaga Martabat Sepak Bola

Selain itu, pihaknya percaya jika mayoritas pendukung baik Bobotoh maupun Bonek, merupakan suporter yang cerdas dan menjunjung tinggi martabat.

Rivalitas hanya terjadi selama 90 menit di atas lapangan, selebihnya adalah persaudaraan.

Oleh karena itu, semua pihak diimbau agar tidak terprovokasi oleh tindakan segelintir oknum yang mencoba merusak sportivitas.

Persib berkomitmen penuh untuk mendukung setiap gerakan yang menolak diskriminasi di kancah sepak bola nasional.

Masa depan sepak bola Indonesia hanya akan cerah, jika fondasinya dibangun di atas rasa saling menghargai.

Adhitia turut menitipkan pesan penyemangat bagi kedua pemain yang terdampak agar tetap fokus pada pengembangan karir mereka.

"Kepada Kakang dan Tata, kalian tidak sendirian. Sepak bola yang sehat adalah sepak bola yang melindungi para pemainnya, dan kami akan selalu berdiri di sisi itu," ujar Adhitia. (*)