Kab Bandung Darurat Judol! Rp382 Miliar Amblas ke Slot, Potensi Angka Kemiskinan Bakal Melonjak, Cek Rancaekek

Putaran uang di Kabupaten Bandung lagi nggak sehat! Dana jumbo Rp382,7 Miliar yang harusnya buat belanja kebutuhan pokok malah buat deposit. Warung lokal sepi?

Author Oleh: Cikal Sundana
10 Maret 2026
<p>Angka yang bikin geleng kepala! Per akhir 2025, deposit judol tembus Rp382 Miliar. Simak sebaran kecamatan paling banyak pemainnya di Kabupaten Bandung di sini.</p>

Angka yang bikin geleng kepala! Per akhir 2025, deposit judol tembus Rp382 Miliar. Simak sebaran kecamatan paling banyak pemainnya di Kabupaten Bandung di sini.

SOKOGURU - Miris! Deposit Judol di Kabupaten Bandung Tembus Rp382 Miliar, UMKM Makin Terjepit?

Warga Kabupaten Bandung lagi heboh nih soal data deposit judi online (judol) yang angkanya bikin geleng-geleng kepala, tembus Rp382,7 miliar sepanjang 2025.

Nilai fantastis ini memicu kekhawatiran besar, apalagi saat banyak sektor ekonomi riil seperti UMKM lokal justru megap-megap bahkan terancam gulung tikar.

Uang yang seharusnya berputar di pasar atau warung tetangga, malah "terbakar" di situs ilegal, membuat daya beli masyarakat Kabupaten Bandung kian merosot tajam.

YouTube

Berdasarkan data PPATK terbaru, fenomena ini menyerang berbagai usia, termasuk puluhan anak di bawah umur yang sudah terpapar jeratan digital yang merusak ini.

Kondisi darurat ini langsung direspons cepat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung dengan mendukung pembatasan akun media sosial bagi remaja.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi, menyebut langkah ini sangat krusial untuk memutus rantai paparan iklan judol yang sangat agresif di gadget anak.

Teguh Purwayadi menjelaskan bahwa pembatasan tersebut bakal sangat membantu proses deteksi dini terhadap pengguna internet usia sekolah yang rentan tergiur slot.

YouTube

"Di Kabupaten Bandung, ada puluhan user judol yang masih di bawah 17. Jadi nanti setelah ada pembatasan itu ketika ada pengguna usia 16 tahun, terdeteksi," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa iklan terselubung di medsos jadi pintu masuk utama, sehingga regulasi pembatasan umur ini dianggap sebagai sebuah strategi yang sangat jenius.

"Kami apresiasi langkah pemerintah pusat dengan digulirkan keputusan itu. Ini langkah strategis, artinya pemerintah mendengar di masyarakat sudah kian marak terjadi digitalisasi yang menyimpang," katanya.

Data menunjukkan meski ada puluhan anak terlibat, pelaku utama judol justru didominasi anak muda produktif usia 21-30 tahun yang jumlahnya mencapai 76.322 orang.

Secara akumulatif, total ada 182.450 warga Kabupaten Bandung yang terjebak judol, sebuah angka yang sangat kontras dengan perjuangan UMKM mencari modal usaha.

Baleendah memuncaki daftar kecamatan dengan pemain terbanyak yakni 14.539 orang, disusul Rancaekek dan Majalaya yang juga mencatatkan angka deposit puluhan miliar rupiah.

Aliran dana jumbo ke bandar judi ini otomatis mematikan perputaran uang di tingkat akar rumput, yang memicu lesunya bisnis kuliner hingga fashion lokal Bandung.

Jika tren ini gagal dibendung, bukan tak mungkin angka kemiskinan meningkat dan semakin banyak UMKM yang terpaksa tutup buku karena kehilangan pelanggan setianya.

Daftar Kecamatan dengan Pemain Judol Terbanyak (Kab. Bandung 2025)

No Kecamatan Jumlah Pemain (Orang) Total Nilai Deposit
1 BALEENDAH 14.539 Rp36.557.061.118
2 RANCAEKEK 11.046 Rp20.583.606.912
3 MAJALAYA 10.156 Rp19.048.038.312
4 CIPARAY 10.045 Rp16.566.200.485
5 CILEUNYI 9.444 Rp22.577.885.582
6 PASEH 7.355 Rp12.393.656.785
7 DAYEUHKOLOT 7.104 Rp24.162.800.768
8 BANJARAN 6.965 Rp14.459.331.369
9 KATAPANG 6.852 Rp14.675.044.349
10 CIMENYAN 6.508 Rp17.070.342.515

(*)

YouTube