Pertamina CoRE ITB Berhasil Bangun Puluhan Startup di Sektor Energi

306 mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi Pertamina CoRE ITB, dikelompokkan ke dalam 40 tim bisnis yang masing-masing difasilitasi bimbingan oleh satu mentor bisnis dan coach, serta dukungan dari mentor teknis.

Author Oleh: Sokoguru Fajar Ramadan
24 November 2023

Acara puncak Pertamina CoRE ITB berhasil dihelat pada Kamis (23/11). Dua belas tim startup terpilih tampil di hadapan para ahli inovasi, di antaranya Ecostepping, Greenlane, Biomate, Seaboost Tech., Agroflash, Refive, Kelp Me, Alga-e, Opet Tech, Ecolements, Roast Relief, dan Debel.


Sebagai puncak acara final presentasi juga diberikan apresiasi langsung berupa bantuan komersialisasi produk dalam 1 kategori individual dan 3 kategori bisnis; Best Achievement, Best Team, Best Pitch, dan Best Idea (3 tim) yang diperoleh masing-masing oleh Trendy Prima Wijaya (ITB), Ecolements, OPET Tech, Roast Relief, OPET Tech, dan menempati posisi pertama adalah BioMate.


Bersinergi dan Berinovasi


Pertamina CoRE ITB adalah program kolaborasi antara LPIK ITB dan PT. Pertamina (Persero) yang berberfokus pada pengembangan bisnis di sektor energi dan sektor-sektor terkait. Program yang dilaksanakan selama 10 bulan atau setara 6 sks berupa pengembangan startup dari tahap pre-inkubasi hingga inkubasi melalui pembelajaran berbasis permasalahan (Problem Based Learning).


"306 peserta ikut serta dalam program ini, setelah melalui rangkaian program mulai dari pembentukan tim, ideasi, pengembangan prototipe dan model bisnis tercatat 40 startup bisnis dibangun, di mana secara keseluruhan bergerak di bidang energi dan turunannya," ucap Sekbid Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubasi Bisnis LPIK ITB, Dr. Irwan Gumilar dalam laporannya selaku ketua pelaksana Pertamina CoRE ITB.


306 mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi Pertamina CoRE ITB, dikelompokkan ke dalam 40 tim bisnis yang masing-masing difasilitasi bimbingan oleh satu mentor bisnis dan coach, serta dukungan dari mentor teknis. Pembentukan tim berasal dari karantina mahasiswa selama satu pekan melalui proses hackaton pembekalan intensif dan kategori personalia; Hacker, Hipster, dan Hustler.


Pertamina CoRE ITB menjadi langkah fasilitasi mahasiswa dalam mewujudkan prototipe dan validasi pasar, LPIK ITB sendiri membuka akses co-working untuk mendukung sarana brainstorming dan kegiatan peserta. 40 ide bisnis yang dikembangkan jika diklasifikasikan 55% berbasis aplikasi atau website dan 45% lainnya berbasis pengembangan produk, di mana fokus bidang areannya dapat dikelompokkan dalam 9 kategori; GIS dan Geospatial Analyst, Smartgrid, Management Strategic, Energy Efficiency, Transisi Energi, Energy Management, IoT, Biobased dan Bioenergy serta Energy Transportasi.


Manager Non Goverment Stakeholder Relation PT. Pertamina (Persero), Probo Prasiddhahayu dalam sambutanya sangat mendukung dan bangga dengan keberjalanan program ini. Ia berharap melalui program ini lahir pengusaha-pengusaha muda yang bisa tumbuh setelah selesai dari program ini. 


"Jika perguruan tinggi ingin mendukung peningkatan bisnis mahasiswa memang paling efektif adalah dengan mendukung program pengembangan kewirausahaan seperti program Pertamina CoRE ITB ini. Kami harus bangga ITB dapat bekerja sama dengan perusahaan nasional seperti Pertamina ini," ucap rektor ITB, Reini Wirahadikusumah, Ph.D. 


Di sela-sela acara puncak Pertamina CoRE ITB, Sr Officer New Ventures Project Team PT Pertamina (Persero), Yuda Yushendri berkesempatan memberikan kuliah singkat bertajuk “Casting Off Assumptions: Navigating the Uncharted Waters”


Dalam kuliah umum tersebut, Yuda berharap peserta binaan dalam program ini dapat menyoroti langkah selanjutnya bagi pengusaha muda di sektor energi setelah berhasil menavigasi fase ide dan prototipe.