Toko Offline Sepi Gegara Hadir Marketplace? Jangan Gegabah, Ternyata Ini Penyebabnya

Bukan salah marketplace! Simak 5 cara jitu agar toko offline tetap ramai di era digital ala Aris Edo. Yuk, buat tokomu eksis di layar HP customer agar dilirik.

Author Oleh: Pipin Lukmanul Hakim
02 Maret 2026
<p>Ilustrasi toko online. Simak cara jitu toko offline tetap bisa bertahan meski tanpa berjualan di marketplace menurut Aris Edo. Foto: Pixabay.</p>

Ilustrasi toko online. Simak cara jitu toko offline tetap bisa bertahan meski tanpa berjualan di marketplace menurut Aris Edo. Foto: Pixabay.

SOKOGURU - Banyak pemilik toko fisik merasa "tercekik" dengan hadirnya marketplace di masa sekarang ini. 

Namun, menurut Aris Edo, seorang praktisi bisnis sukses yang telah malang melintang selama 7 tahun, masalahnya bukan pada kompetisi harga di toko online, melainkan pada cara lama yang masih dipertahankan.

Melalui unggahan di akun TikTok-nya @arisedoc.s.e.cdms, Aris menekankan bahwa toko offline masih punya taring untuk bertahan, asalkan mau beradaptasi dengan perilaku konsumen masa kini.

Pola Pikir "Jadul" yang Mematikan Bisnis

Jika hari ini kamu masih menjalankan toko dengan cara 15 tahun lalu, yang hanya duduk manis menunggu orang lewat atau menunggu rezeki datang tanpa usaha jemput bola. Maka siap-siap bisnis kamu akan perlahan hilang.

Masalah utama toko offline saat ini bukanlah marketplace, melainkan ketidakhadiran toko tersebut di dunia digital. 

Saat ini, orang tidak lagi mencari barang dengan berjalan kaki menyusuri trotoar, melainkan melalui ujung jari di layar smartphone.

Jika Tak Ada di HP, Maka Tokomu Tidak Ada

Aris Edo mengingatkan bahwa sebesar atau selengkap apa pun tokomu, jika tidak muncul di media sosial, maka secara mental toko tersebut tidak ada di pikiran calon pembeli. 

Marketplace hanyalah "jalan tol", namun visibilitas digital adalah "peta" yang menuntun orang menuju pintu tokomu.

Agar toko offline tetap eksis tanpa harus bergantung pada marketplace, berikut adalah 5 langkah krusial yang harus dilakukan:

1. Optimalkan Google Maps

Pastikan titik lokasi tokomu akurat di Google Maps. Orang sering mencari "toko terdekat" melalui aplikasi ini. Jika tokomu muncul dengan ulasan yang baik, calon pembeli tidak akan ragu untuk datang.

2. Instagram Bukan Sekadar Pajangan

Jangan biarkan akun Instagram tokomu berdebu. Gunakan platform ini sebagai etalase hidup untuk menunjukkan produk terbaru, testimoni, hingga suasana toko yang nyaman.

3. Hidupkan Akun TikTok

Buatlah konten yang menunjukkan bahwa tokomu "hidup" dan aktif. TikTok adalah alat yang sangat kuat untuk menjangkau audiens baru secara organik melalui video-video pendek yang menarik.

4. WhatsApp Business yang Responsif

Pelayanan cepat adalah kunci. Gunakan WhatsApp Business dan pastikan admin selalu fast response. Kesan pertama yang baik saat berkonsultasi secara digital akan membuat pelanggan nyaman untuk bertransaksi langsung.

5. Konten yang Relevan dan Real-time

Ini adalah poin terpenting. Bagikan apa yang terjadi di tokomu hari ini. Video stok barang yang baru datang atau proses melayani pelanggan secara real-time akan membangun kepercayaan (trust) yang jauh lebih kuat dibanding sekadar foto katalog.

Jangan terburu-buru menyalahkan keadaan atau platform lain jika toko sepi. Coba cek layar HP-mu: apakah tokomu sudah muncul di sana? 
Jika belum, itulah alasan mengapa pelanggan tidak berkunjung. Ubah strategimu sekarang sebelum terlambat! (*)