SOKOGURU - Banyak UMKM bingung mulai dari mana saat ingin melegalkan bisnis mereka agar aman dan dipercaya bank.
Solusinya, pahami dulu apakah Anda butuh perlindungan aset pribadi lewat PT Perorangan atau fleksibilitas kemitraan dalam bentuk CV.
Status hukum perusahaan sering kali menjadi batu sandungan bagi pedagang kecil yang ingin naik kelas.
Memilih PT Perorangan atau CV bukan sekadar soal gaya, melainkan soal keamanan harta dan kemudahan akses permodalan di masa depan.
"Perseroan Perorangan memberikan perlindungan hukum bagi pelaku usaha mikro karena adanya pemisahan kekayaan pribadi dan perusahaan," tulis keterangan di laman ntb.kemenkum.go.id
https://ntb.kemenkum.go.id/adm-hukum-umum/perseroan-perorangan?catid=57&id=645%3Aperseroan-perorangan&view=article&utm_source=chatgpt.com
Pemerintah memang merancang PT Perorangan khusus untuk satu orang pendiri WNI saja.
Keunggulannya, Anda tidak butuh akta notaris dan cukup mendaftar secara daring melalui sistem OSS yang sangat praktis bagi pemula.
Berbeda dengan itu, CV atau Persekutuan Komanditer wajib didirikan oleh minimal dua orang.
Di sini ada sekutu aktif yang mengelola bisnis dan sekutu pasif yang hanya menyetor modal tanpa ikut campur operasi harian.
Kekurangan utama CV adalah aset pribadi bisa terseret jika perusahaan merugi atau pailit.
Hal ini dikarenakan CV bukan merupakan badan hukum yang berdiri sendiri secara mandiri, sehingga tanggung jawabnya bersifat renteng.
Tabel Perbandingan untuk Pedagang Kecil
| Aspek Utama | PT Perorangan | CV (Persekutuan) |
| Status Hukum | Badan Hukum Mandiri | Bukan Badan Hukum |
| Jumlah Pendiri | Cukup 1 Orang | Minimal 2 Orang |
| Risiko Harta | Aset Pribadi Aman | Aset Pribadi Terancam |
| Biaya Notaris | Tidak Wajib Akta | Wajib Akta Notaris |
===
"Pelaku usaha harus jeli melihat skala bisnisnya; jika ingin mencari investor besar, PT Perorangan jauh lebih kredibel secara administrasi," lanjut dalam keterangan.
Bagi pedagang yang punya rekanan, CV mungkin terasa lebih familiar dan mudah dalam pembagian keuntungan.
Namun, risiko tanggung jawab penuh sekutu aktif sering kali menjadi beban mental tersendiri dalam jangka panjang.
Jangan sampai niat mencari untung malah berujung kehilangan rumah pribadi karena salah memilih bentuk badan usaha yang tepat.
Di sisi lain, PT Perorangan mewajibkan laporan keuangan berkala yang lebih formal.
Meski terkesan rumit, kedisiplinan ini justru sangat disukai perbankan saat Anda mengajukan pinjaman modal usaha atau kredit usaha rakyat.
Legalitas adalah kunci utama jika UMKM ingin menembus pasar ekspor atau sekadar masuk ke jaringan ritel modern yang syaratnya ketat. (*)