Jangan Asal Pinjam, Simak Skema Bunga KUR BRI 2026 Agar Cicilan Nggak Bikin Kantong Bolong

Mau tambah modal usaha tapi takut cicilan mahal? Cek bocoran bunga KUR BRI 2026 di sini. Ada skema bunga flat 6% yang bikin hati tenang dan usaha makin lancar!

Author Oleh: Cikal Sundana
17 Januari 2026
<p>Banyak banget pelaku UMKM yang sudah mulai hitung-hitungan, mulai dari buat tambah stok barang, renovasi tempat usaha, sampai coba peruntungan di lini bisnis yang baru.</p>

<p>Nah, biar nggak bingung, ada video penjelasan keren yang merinci soal bunga pinjaman KUR BRI 2026, simulasi cicilan, sampai pilihan tenor yang pas buat kantong kita semua.</p>

Banyak banget pelaku UMKM yang sudah mulai hitung-hitungan, mulai dari buat tambah stok barang, renovasi tempat usaha, sampai coba peruntungan di lini bisnis yang baru.

Nah, biar nggak bingung, ada video penjelasan keren yang merinci soal bunga pinjaman KUR BRI 2026, simulasi cicilan, sampai pilihan tenor yang pas buat kantong kita semua.

SOKOGURU - Ketertarikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI 2026 mulai meningkat menjelang pergantian tahun anggaran berjalan.

Banyak pengusaha kini mulai mengalkulasi kebutuhan modal kerja guna ekspansi bisnis maupun penguatan arus kas, menyusul rilis skema bunga dan tenor pembiayaan terbaru.

Program ini tetap menjadi instrumen utama pembiayaan bersubsidi pemerintah dengan suku bunga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan produk kredit komersial perbankan lainnya.

Di tengah tantangan ekonomi makro, KUR BRI menawarkan stabilitas melalui skema cicilan yang terukur, sehingga meminimalisir beban finansial bagi para pelaku usaha di daerah.

Skema Bunga Flat dan Ketentuan Berjenjang

Bunga KUR BRI 2026 dipastikan berada di level 6 persen flat per tahun bagi debitur baru. Skema ini menjamin besaran bunga tidak akan berubah hingga masa tenor berakhir.

"Bunga KUR BRI 2026 berada di kisaran 6% flat per tahun bagi debitur yang baru pertama kali mengajukan pinjaman," demikian kutipan penjelasan teknis dalam informasi tersebut.

Kepastian bunga tetap ini menjadi keunggulan kompetitif, karena melindungi pelaku UMKM dari fluktuasi suku bunga pasar yang kerap menekan margin keuntungan sektor usaha mikro.

Namun, pemerintah menerapkan penyesuaian bunga bagi debitur lama. Pengajuan kedua dikenakan bunga 7 persen, ketiga sebesar 8 persen, hingga batas maksimal mencapai 9 persen.

Kenaikan berjenjang ini merupakan bentuk manajemen risiko perbankan sekaligus dorongan bagi pelaku usaha agar perlahan mampu bertransformasi menuju kredit komersial mandiri.

Efektivitas sistem bunga flat ini sangat krusial dalam perencanaan jangka panjang. Tanpa adanya fluktuasi, stabilitas cash flow unit bisnis diharapkan tetap terjaga dengan baik. (*)