Harga Emas Dunia Hari Ini Tembus US$ 5.193, Efek Sinyal Perang Berakhir? Cek Segera!

Harga emas dunia melesat tipis 0,05% pagi ini Rabu (11/3/2026). Sinyal damai dari AS jadi motor penggerak utama. Lihat tabel harga emas dan perak selengkapnya.

Author Oleh: Cikal Sundana
11 Maret 2026
<p>Harga Emas Hari Ini - Harga emas hari ini Rabu 11 Maret 2026 terpantau menguat di US$ 5.193. Peluang pemangkasan suku bunga The Fed makin nyata? Simak ulasan lengkapnya di sini.</p>

Harga Emas Hari Ini - Harga emas hari ini Rabu 11 Maret 2026 terpantau menguat di US$ 5.193. Peluang pemangkasan suku bunga The Fed makin nyata? Simak ulasan lengkapnya di sini.

SOKOGURU - Harga Emas Bangkit usai Trump Beri Sinyal Damai, Cek Harganya!

Harga emas dunia akhirnya menguat tipis setelah sempat tertekan. Melandainya harga minyak dan pelemahan dolar AS menjadi bahan bakar utama kenaikan ini.

Berdasarkan data Refinitiv, emas ditutup di level US$ 5.193,93 per troy ons pada Selasa (10/3/2026). Angka ini melesat 1,06% dibanding perdagangan sebelumnya.

Tren positif berlanjut hingga Rabu (11/3/2026) pagi. Pukul 06.18 WIB, harga emas kembali naik 0,05% dan bertahan di posisi US$ 5.193,93 per troy ons.

YouTube

Pemicu utama rebound ini adalah pidato Presiden AS Donald Trump. Ia memberi sinyal konflik geopolitik segera berakhir, yang langsung menekan harga minyak dunia.

Turunnya harga minyak meredam kekhawatiran inflasi. Kondisi ini membuka peluang The Fed memangkas suku bunga, sehingga investor mulai melepas dolar AS.

Indeks dolar kini parkir di level 98,89. Pelemahan "Greenback" membuat emas lebih murah dan menarik bagi kolektor mata uang selain dolar.

Meski naik, emas masih "bertarung" melawan ketidakpastian. Gangguan jalur pelayaran dan tingginya harga energi tetap menjadi risiko yang menghantui pasar.

"Bagi para trader emas, harga minyak yang turun tetapi masih tetap tinggi berarti inflasi akan meningkat, namun tidak cukup tinggi untuk mencegah bank sentral AS menurunkan suku bunga tahun ini," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities.

YouTube

Bart menambahkan, investor kini lebih tenang. "Para investor mulai merasa lebih tenang bahwa perdagangan berbasis pelemahan nilai mata uang (debasement trade) bisa kembali menguat seiring berjalannya waktu," imbuhnya.

Kini pasar menanti rilis data inflasi AS terbaru. Jika inflasi melonjak, harapan pemangkasan bunga bakal pudar dan emas terancam ambruk lagi.

Tak hanya emas, perak juga melesat 1,6% ke level US$ 88,52 pada Selasa. Pagi ini, perak terpantau menguat lagi 0,13% di posisi yang sama. (*)