SokoBisnis

Bansos Triwulan III 2025 Mulai Disalurkan: Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Ada Perubahan Skema

Program digitalisasi bansos segera diuji coba di Banyuwangi. Pencairan diprediksi pada pekan ketiga September 2025 sekaligus jadi uji coba awal sistem.

By Siti Nurhanipah  | Sokoguru.Id
30 Agustus 2025
<p>Ilustrasi digitalisasi bansos. Pengujian penyaluran bansos secara digital dimulai di Banyuwangi.</p>

Ilustrasi digitalisasi bansos. Pengujian penyaluran bansos secara digital dimulai di Banyuwangi.

SOKOGURU - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang dipimpin oleh Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, atas dukungan penuh terhadap program digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang tengah disiapkan pemerintah. 

Program ini digagas untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, sekaligus memastikan agar bansos benar-benar tepat sasaran.

Melalui sistem baru ini, penyaluran bansos diharapkan dapat berjalan lebih modern dengan memanfaatkan teknologi digital, sehingga prosesnya menjadi lebih mudah diawasi dan akurat. 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, uji coba perdana program digitalisasi tersebut akan dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi mulai bulan depan.

Tahapan uji coba ini sekaligus bertepatan dengan penyaluran bansos tahap 3 yang diprediksi cair pada pekan ketiga September 2025. 

Dengan adanya digitalisasi, masyarakat nantinya dapat mengajukan diri secara mandiri, bahkan ikut serta dalam memutakhirkan data penerima. 

Sistem juga akan secara otomatis melakukan seleksi penerima, sehingga hasilnya lebih objektif dan meminimalisir potensi penyalahgunaan bantuan.

Baca Juga:

Melalui sistem digital ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam proses pendataan. 

Ada beberapa perubahan penting yang diterapkan:

1. Pengajuan Mandiri: Siapa pun dapat mengajukan diri sendiri atau orang lain untuk menjadi penerima bansos.

2. Seleksi Sistem: Proses seleksi tidak lagi ditentukan individu, melainkan dilakukan otomatis oleh sistem untuk menghasilkan keputusan yang lebih objektif dan akurat.

3. Partisipasi Aktif: Masyarakat bisa memperbarui data sekaligus menyanggah bila ada penerima yang dinilai tidak layak.

Penerapan sistem digital ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data penerima. Bahkan, menurut Luhut, kini semakin banyak warga yang secara sukarela menolak bantuan karena merasa sudah tidak berhak. 

Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi, sehingga bansos bisa benar-benar diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan.(*)