SOKOGURU - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memberikan informasi terkait adanya potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 Masehi.
Perbedaan ini diprediksi muncul antara ketetapan pemerintah dengan PP Muhammadiyah, yang telah mengumumkan jadwal lebih awal.
Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat menjelaskan, jika berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal pada akhir Ramadan ini diperkirakan belum mencapai ambang batas visibilitas kriteria MABIMS (Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura).
Menurut Arsad, meski di beberapa wilayah seperti Aceh ketinggian hilal mungkin mendekati kriteria, tapi aspek elongasi masih menjadi hambatan utama untuk memenuhi standar minimal.
Baca Juga:
"Jadi kalau berdasarkan hitungan hisab, untuk ketinggian itu 0 sampai 3 derajat, tertinggi itu ada di Aceh ya. Kemudian untuk elongasi 4 sampai 6 derajat. Di ketinggian mungkin memenuhi tapi dari sudut elongasi itu masih kurang," kata Arsad.
Sebagai informasi, standar kriteria MABIMS menetapkan jika hilal dinyatakan terlihat (imkanur rukyat), jika memenuhi kriteria ketinggian minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
Penetapan Muhammadiyah
Di lain sisi, PP Muhammadiyah telah menetapkan awal Syawal melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/2025.
Berdasarkan metode Parameter Kalender Global (PKG), Muhammadiyah mencatat jika pada saat matahari terbenam di hari ijtimak (19 Maret 2026), sudah ada wilayah di bumi yang memenuhi kriteria tinggi bulan di atas 5 derajat dan elongasi di atas 8 derajat.
Baca Juga:
Meski data hisab menunjukkan kemungkinan hilal sulit dirukyat, Arsad menegaskan, jika keputusan resmi tetap harus melalui mekanisme Sidang Isbat, yang dijadwalkan pada 19 Maret 2026 nanti.
"Kalau berdasarkan kriteria visibilitas hilal MABIMS, masih tidak mungkin untuk bisa dilihat, tapi keputusan akhir tetap nanti kita menunggu hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan 19 Maret," katanya.
Masyarakat diimbau untuk tetap mengedepankan toleransi jika nantinya terjadi perbedaan dalam merayakan hari kemenangan, sembari menunggu pengumuman resmi dari pemerintah. (*)