Bantuan Pangan Jelang Idulfitri Mulai Salur, Sebanyak 3.427 Penerima Rasakan Stimulus Ekonomi

Bantuan pangan selama 2025 pun turut berandil positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bantuan dari Bapanas sebanyak 20 kg beras dan 4 liter minyak.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
11 Maret 2026
<p>Bantuan pangan dari Bapanas berupa  20 kilogram beras dan 4 liter minyak. (Dok. Bapanas)</p>

Bantuan pangan dari Bapanas berupa  20 kilogram beras dan 4 liter minyak. (Dok. Bapanas)

SOKOGURU, JAKARTA- Pemerintah memastikan melakukan percepatan realisasi salur bantuan pangan ke masyarakat berpenghasilan rendah, terutama mendekati Idulfitri 1447 Hijriah yang akan jatuh pada 10-11 hari mendatang.

Bantuan pangan sebanyak beras 68.540 kilogram (kg) dan 13.708 liter minyak goreng telah disalurkan per 9 Maret 2026.

Hingga minggu pertama Maret Perum Bulog Atas penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah berhasil menyampaikan program stimulus ekonomi itu kepada 3.427 penerima.

Baca juga: http://Menyasar Pasar di Palembang, Bapanas Pastikan Pasokan dan Harga Pangan Terkendali Jelang Nyepi dan Idulfitri

Demikian disampaikan Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani di Jakarta, dalam keterangan resmi Bapanas, Rabu, 11 Maret 2026.

"Bapanas bersama Bulog sebagaimana perintah Bapak Presiden dan Bapak Kepala Bapanas, hadir bagi masyarakat. Bantuan pangan akan terus digelontorkan, terutama menjelang Idulfitri yang sebentar lagi masyarakat rayakan," katanya Selasa, 10 Maret.

Adapun provinsi yang tercatat telah mulai melaksanakan penyaluran bantuan pangan antara lain Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, Jambi, Banten, dan Sulawesi Selatan. 

Baca juga: Program Intervensi Pangan Terbukti Ampuh, Bapanas: Tren inflasi Pangan Melandai Jelang Ramadan

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengapresiasi program tersebut, karena manfaat dan ketepatan program dalam membantu masyarakat menjelang Lebaran.

"Bantuan dari Bapanas sebanyak 20 kg beras dan juga 4 liter minyak. Nah ini untuk bagaimana nanti menjaga kestabilan inflasi di Kota Madiun. Jadi ini sangat bermanfaat. Waktu yang sangat tepat. Sepuluh hari menjelang Lebaran. Semoga bisa dimanfaatkan masyarakat," ucapnya.

Untuk itu, Bapanas mendorong Bulog di seluruh daerah Indonesia untuk memulai penyaluran program bantuan pangan beras dan minyak goreng. Ini karena melalui implementasi salah satu program stimulus ekonomi kuartal pertama ini, diharapkan daya beli dan konsumsi masyarakat dapat terus terjaga pada tren yang membaik.

Baca juga: Diberikan Hingga Juni 2024, Kebijakan Bantuan Pangan Tergantung Ketersediaan APBN

Program bantuan pangan seperti itu terbukti mampu memberi daya ungkit bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat lebih terbantukan dalam pengeluaran konsumsi sehari-harinya. 

Sebabnya, kebutuhan terhadap pangan pokok telah disokong pemerintah. Daya beli masyarakat pun semakin terjaga, termasuk mulai dari masyarakat desil satu.

Bantuan pangan selama tahun 2025 pun turut berandil positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Hal itu berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan komponen konsumsi rumah tangga merupakan penggerak terpenting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. 

Dengan konsumsi rumah tangga yang terjaga turut pula menandakan daya beli masyarakat yang baik. 

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 diumumkan menorehkan angka yang cukup baik pada level 5,11% dan menjadi yang tertinggi sejak 2023. 

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi (year on year), Indonesia berada di 5,39 persen untuk triwulan IV tahun 2025 dan juga menjadi capaian triwulan IV tertinggi sejak covid -19.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan pelaksanaan program bantuan pangan telah komplet dan siap salur. Amran menegaskan apabila terkait kebutuhan bagi masyarakat, ia akan selalu bertindak cepat tanpa memakan waktu berlarut-larut.

"Saya sudah tanda tangan untuk 33,2 juta orang. Ini perintah Bapak Presiden untuk meringankan beban saudara-saudara kita di bulan suci Ramadan. Pokoknya sudah beres. Semua kebutuhan rakyat tidak boleh tinggal bermalam di meja saya," tuturnya.

Seperti diketahui, program bantuan pangan beras dan minyak goreng membutuhkan total anggaran yang telah disiapkan pemerintah sebesar Rp11,92 triliun yang dialokasikan untuk 33,2 juta jumlah penerima bantuan pangan di seluruh Indonesia.

Adapun lima provinsi dengan jumlah penerima terbesar antara lain Jawa Barat sejumlah 6.093.530 penerima. Kemudian Jawa Timur dengan 5.638.478 penerima dan Jawa Tengah dengan 5.071.126 penerima. Disusul Sumatera Utara dengan 1.756.846 penerima dan Banten dengan 1.298.597 penerima.

Adapun jumlah beras yang disalurkan adalah sebanyak 10 kg per penerima dan minyak goreng 2 liter per penerima untuk alokasi satu bulan. Dengan itu, secara kuantitas untuk penyaluran 2 bulan secara sekaligus tersebut, Bulog akan mengeluarkan stok beras sejumlah 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter. (SG-1)