Pertanian

Minyak Atsiri Indonesia Kian Diminati Global

Melibatkan kerja sama industri dan petani minyak atsiri Indonesia.

By Sokoguru  | Sokoguru.Id
05 Juni 2023
Putra Putri Atsiri dari Subang memproduksi minyak atsiri dan berpotensi ekspor.

Keanekaragaman hayati Indonesia menjadi sumber daya alam penting dan kekayaan tak ternilai. Bahkan menjadi primadona dunia karena ketersediaan dan keunikan keragaman hayatinya yang tak dimiliki negara lain. Salah satunya adalah ketersediaan minyak atsiri dari 150 spesies yang ada, mulai dari akar, batang, kulit, biji, hingga daun yang bisa menghasilkan aroma unik.

Minyak atsiri biasanya digunakan untuk keperluan parfume dan farmasi oleh industri. Misalnya untuk produk sereh wangi, minyak nilam, minyak pala, dan minyak cengkeh.



Saat ini diperkirakan ada 189 eksportir minyak atsiri Indonesia dengan nilai total ekspor mencapai USD 215,81 juta. Jawa Barat merupakan salah satu penyumbang ekspor minyak atsiri terbesar dengan nilai sebesar USD 68,92 juta atau setara 31,9 persen dari total minyak atsiri Indonesia. Provinsi lain, diikuti oleh Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

Berbagai negara yang menjadi tujuan ekspor minyak atsiri Indonesia antara lain India, Amerika Serikat, Perancis, Cina, dan Singapura. Menurut Dirjen Industri Agro produksi minyak atsiri Indonesia mencapai 8.500 ton pada tahun 2022 dengan dominasi produk minyak cengkeh, sereh wangi, nilam, pala, akar wangi, minyak jahe, dan kayu putih.

Industri minyak atsiri sudah terbentuk dari hulu ke hilir dan membangkitkan ekonomi rakyat di pedesaan. Kemitraan dengan industri membuat produk nilai ekonomi minyak atsiri terbentuk dengan baik.  

Salah satu produsen minyak atsiri ini antara lain Putra Putri Atsiri dari Kabupaten Subang. Putra Putri Atsiri menghadirkan produk minyak lavender, cengkeh, dan jasmine.