"Ramadhan
tahun ini meningkat sekali penjualannya," kata Asiah Siregar, salah
satu penjual Pakkat di Jalan Letda Sudjono, Medan, Selasa.
Pakkat
adalah makanan khas Mandailing Natal yang merupakan jajanan favorit
saat Ramadhan. Hampir di semua daerah di Sumatera Utara banyak yang
menjual makanan khas ini.
Pakkat terbuat
dari batang rotan. Namun, tidak semua batang rotan bisa digunakan, hanya
pucuk batang rotan muda yang dipakai untuk membuat Pakkat ini. Rotan
muda ini kemudian dibakar lalu diambil bagian dalamnya.
Asiah
mengaku bisa menjual dagangannya hingga ribuan buah dalam satu hari di
bulan Ramadhan. Pakkat buatannya dijual dengan harga berkisar antara
lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah saja.
"Kalau
hari biasanya itu terjual lima ratus batang. Saat Ramadhan ini bisa
terjual seribu lima ratus batang setiap harinya," katanya.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Darwin Nasution mengaku kerap membeli Pakkat untuk menu berbuka puasa.
Menurutnya, Pakkat tak hanya unggul dalam cita rasa yang nikmat. Namun, menjadi makanan tradisional yang telah turun-temurun.
"Selain
dinikmati sebagai santapan, mengonsumsi Pakkat juga dapat menghadirkan
suasana kampung halaman di masa bulan Ramadhan ini," ujarnya.
Oleh : Nur Aprilliana Br. Sitorus | Editor Antara: Riza Mulyadi