SokoKreatif

Strategi Cerdas Mengatur Dana Darurat agar Tidak Panik di Masa Sulit

Dana darurat sangat penting untuk menghadapi masa sulit. Simpan 3–12 bulan pengeluaran, pisahkan rekening, dan sisihkan rutin agar hidup lebih tenang.

By Desna Agustina Lesmana  | Sokoguru.Id
29 Agustus 2025
<p>Ilustrasi dana darurat dari tabungan. Simak cara mengelola keuangan yang positif. (sumber: pexels)</p>

Ilustrasi dana darurat dari tabungan. Simak cara mengelola keuangan yang positif. (sumber: pexels)

SOKOGURU - Pernah merasa panik saat tiba-tiba ada kebutuhan mendesak? Misalnya kehilangan pekerjaan, sakit mendadak, atau kendaraan rusak parah. 

Kondisi seperti itu sering membuat orang kalang kabut karena tidak punya simpanan khusus. Inilah alasan kenapa dana darurat sangat penting.

Apa Itu Dana Darurat?

Dana darurat adalah tabungan khusus yang hanya digunakan saat keadaan mendesak. Bukan untuk belanja barang impian, liburan, atau hobi, tapi dipakai ketika kondisi benar-benar darurat.

Contohnya:

- Kehilangan pekerjaan

- Biaya rumah sakit mendadak

- Perbaikan rumah atau kendaraan mendesak

- Kondisi krisis ekonomi

Berapa Besar Dana Darurat yang Ideal?

Kebutuhan tiap orang berbeda, tapi umumnya:

- Lajang: 3–6 kali pengeluaran bulanan

- Menikah tanpa anak: 6–9 kali pengeluaran bulanan

- Menikah dengan anak: 9–12 kali pengeluaran bulanan

Semakin banyak tanggungan, semakin besar dana darurat yang harus disiapkan.

Strategi Mengatur Dana Darurat

1. Tentukan Target Dana Darurat

Hitung rata-rata pengeluaran bulanan (makan, transportasi, cicilan, listrik, dll). Kalikan sesuai kategori (3–12 bulan). Itulah target yang perlu dicapai.

2. Buat Rekening Terpisah

Jangan satukan dana darurat dengan rekening harian. Simpan di rekening khusus agar tidak tergoda untuk memakainya.

3. Sisihkan Secara Rutin

Anggap dana darurat seperti tagihan wajib. Misalnya, sisihkan 10%–20% dari gaji setiap bulan. Lebih baik sedikit tapi konsisten daripada menunggu sisa uang.

4. Gunakan Instrumen yang Mudah Dicairkan

Simpan dana darurat di tabungan bank, e-wallet, atau deposito jangka pendek. Jangan diinvestasikan ke saham atau reksa dana berisiko tinggi karena bisa turun nilainya saat darurat terjadi.

5. Disiplin dan Jangan Tergoda

Kunci utama dana darurat adalah disiplin. Jangan pakai untuk hal konsumtif. Ingat, dana ini penyelamat saat hidup sedang di titik sulit.

Kenapa Dana Darurat Wajib Dimiliki?

- Membuat hidup lebih tenang

- Tidak perlu berutang saat krisis

- Jadi penyelamat keluarga di masa sulit

- Membantu fokus mencari solusi tanpa stres berlebih

Jadi, kalau belum mulai menabung dana darurat, sekaranglah waktu terbaik untuk memulainya. 

Ingat, masa sulit bisa datang kapan saja, dan hanya orang yang siap yang bisa tetap berdiri tegak. (*)