SOKOGURU - Sebuah fenomena unik tengah mencuri perhatian netizen di media sosial baru-baru ini.
Sebuah lapak sarapan mendadak viral lantaran diserbu ribuan pembeli hingga menciptakan antrean yang mengular panjang.
Bukan sekadar murah, lapak yang dikenal dengan nama "Lapak Pejuang 10.000" ini sukses menjual hingga 5.000 porsi hanya dalam waktu singkat.
Rahasianya ternyata terletak pada konsep bisnis yang jarang diterapkan pedagang kaki lima pada umumnya.
Mengutip unggahan dari akun Instagram @pantauusaha, lapak ini menerapkan strategi yang dalam ilmu ekonomi disebut sebagai aglomerasi. Strategi ini menyatukan berbagai produk sejenis di satu titik lokasi yang sama.
Namun, ada yang berbeda dengan sistem yang dijalankan di sini. Para pedagang lain tidak ikut berjualan secara fisik di lokasi, melainkan hanya menitipkan produk mereka untuk dipasarkan oleh pengelola lapak utama.
Efeknya luar biasa, persaingan antar pedagang justru hilang dan berubah menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan.
Konsep ini terbukti ampuh menarik minat pasar secara masif karena pembeli mendapatkan banyak pilihan menu.
Di tempat ini, tercatat ada sekitar 180 varian menu sarapan yang bisa dipilih pengunjung.
Hal inilah yang membuat lokasi tersebut dikenal luas masyarakat sebagai sentra sarapan serba Rp10.000 yang sangat praktis.
Bayu, sosok pemilik Lapak Pejuang 10.000, membenarkan bahwa perputaran uang di bisnisnya sangat cepat.
Baca Juga:
Dalam sesi wawancara, ia mengungkapkan volume penjualan harian yang mencapai angka ribuan boks setiap paginya.
"Sehari estimasi 4.500 sampai 5.000 box," ujar Bayu saat memberikan keterangan mengenai jumlah porsi yang laku terjual.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh makanan yang ada di lapaknya merupakan hasil kerja sama dengan para pelaku UMKM lainnya melalui sistem bagi hasil yang adil bagi para penitip produk.
"Semuanya itu menu titipan menu titipan jadi semua ee yang punya menu nitip di sini gitu bagi hasil gitu," kata Bayu menjelaskan mekanisme bisnis yang ia jalankan.
Meski baru berjalan selama enam bulan, usaha ini sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Terbukti dengan stok makanan yang terus mengalir dari bagian depan hingga area belakang lapak.
Mengenai waktu operasional, bagi Anda yang ingin berkunjung, lapak ini mulai melayani pembeli sejak dini hari namun memiliki hari libur khusus setiap minggunya agar pelayanan tetap maksimal.
"Buka dari jam 4.30 sampai jam 10.30 dari hari selasa sampai minggu hari senin kita libur," pungkas Bayu menutup pembicaraan. (*)