TUMBAL KOPERASI MERAH PUTIH

Bikin Nyesek! Pengurus Koperasi jadi 'Tumbal' Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih KDMP-KKMP, SHU Jauh dari Kejelasan tapi Pihak Luar Sudah Untung Besar

Author Oleh: Cikal Sundana
10 Maret 2026
<p>Setengah Mati Mencari Keadilan: Saat SHU Tak Jelas Rimba, Namun 'Tamu' Sudah Kenyang Duluan.</p>

Setengah Mati Mencari Keadilan: Saat SHU Tak Jelas Rimba, Namun 'Tamu' Sudah Kenyang Duluan.

Oleh: Rizki Laelani
Ketua Koperasi Desa Merah Putih Tegalmanggung

Di bawah terpal retak "Desa Merah Putih",
Lantai semen pecah, harapan mulai lirih.
Lima pengurus berdiri, leher terjerat janji,
Menanti SHU yang terbang tinggi ke awan sunyi.

YouTube

Mereka memeras peluh hingga jadi cuka,
Menghitung receh di tengah badai luka.
Katanya koperasi, milik rakyat berdikari,
Tapi mengapa harimau luar yang kenyang menari?

Lihatlah di sana, di panggung perjamuan tinggi,
Tuan Dirut Agrinas tertawa, giginya rapi berseri.

YouTube

Bersama seragam loreng yang katanya pelindung negeri,
Menelan untung besar di awal, tanpa perlu berkeringat diri.

Uang rakyat mengalir bak anggur di meja pesta,
Disikat habis sebelum koperasi sempat berkata.
Mereka yang bukan anggota, mereka yang tak punya saham,
Justru yang paling buncit perutnya, meninggalkan malam kelam.

Lalu apa sisa buat pengurus yang jadi "tumbal"?
Hanya tumpukan map berisi utang yang menebal.
SHU masih bayang-bayang, fajar belum juga terang,
Sementara para "tamu" sudah kenyang membawa pulang uang.

Koperasi jadi kedok, pengurus jadi benteng,
Di belakangnya, para penguasa asyik main teng-tengan.
Rakyat bayar iuran, pengurus bayar cicilan,
Tuan-tuan besar pulang, membawa kemakmuran dalam sandiwara jabatan.(*)