Penampakan Dalam Gedung Koperasi Merah Putih Klaten Rp 1,6 M, Lantai Cuma Acian tak Ada Keramik

Gedung Koperasi Merah Putih disorot karena lantai tanpa keramik meski telan biaya Rp 1,6 M. Padahal disiapkan jadi pusat UMKM saat Ramadan. Lihat potretnya!

Author Oleh: Cikal Sundana
16 Februari 2026
<p>Proyek Koperasi Viral - Terbongkar isi gedung Koperasi Merah Putih yang dipersiapkan untuk UMKM. Anggaran jumbo tapi material disorot netizen. Cek fakta lengkapnya di sini sebelum Ramadan!</p>

Proyek Koperasi Viral - Terbongkar isi gedung Koperasi Merah Putih yang dipersiapkan untuk UMKM. Anggaran jumbo tapi material disorot netizen. Cek fakta lengkapnya di sini sebelum Ramadan!

SOKOGURU - Viral di media sosial, sebuah cuplikan video memperlihatkan penampakan gedung Koperasi Merah Putih yang disebut-sebut sudah rampung pembangunannya.

Unggahan akun TikTok @wongpati_lucu yang mengambil sumber dari Facebook Nupriyadi ini pun langsung diserbu komentar pedas dari para netizen tanah air.

Pasalnya, bangunan yang diklaim sebagai contoh gedung koperasi tersebut dianggap tidak sebanding dengan nilai anggaran yang fantastis hingga miliaran rupiah.

Dalam video itu, seorang pria menunjukkan detail bagian dalam gedung yang didominasi material kanal C serta dinding yang hanya setengah badan saja.

"Jadi lokasi dalamnya kaya gini pak, ini ternyata pake kanal C," ujar wanita dalam video tersebut saat memulai tur singkat di area dalam bangunan.

Kesan sederhana sangat terlihat karena lantai bangunan tidak menggunakan keramik, melainkan hanya menggunakan teknik finishing acian semen biasa yang mengkilap.

Wanita tersebut juga menunjukkan area kios-kios yang memiliki ukuran sekitar 3,5 x 5 meter dengan akses yang tembus langsung ke bagian belakang gedung.

"Terus dalamnya ga di keramik. Nah ini kios-kiosnya. Yang tadi gedenya 3,5 x 5. Dia tembus ke belakang kaya gini," tambahnya menjelaskan tata ruang.

Fasilitas pendukung di dalam gedung tersebut meliputi empat unit kamar mandi, sementara bagian atap menggunakan material spandek atau alderon tanpa plafon.

Uniknya, meski tanpa plafon, gedung ini tetap dipasang rangka plafon yang diduga berukuran 6 x 2 meter hanya untuk keperluan menggantung lampu ruangan.

"Dindingnya setengah badan, atasnya sepandek. Bukan sih, ini alderon. Ini penutup atapnya juga alderon. Terus ga di pelafon," jelas narator video itu.

Informasi dari pekerja di lokasi menyebutkan bahwa proyek yang berlokasi di Klaten ini memakan waktu pengerjaan sekitar dua bulan setengah saja.

"Tadi sih orang yang disini bilang 2 bulan setengah dia proyek yang disini yang di Kelaten," pungkasnya menutup penjelasan mengenai durasi pembangunan proyek.

Namun, netizen justru menyoroti anggaran Rp1,6 miliar yang dianggap terlalu besar untuk bangunan yang dinilai hanya menghabiskan dana sekitar Rp700 juta.

"1,6 m modelnya kayak gini 700 jt aja tdk nyampek kak," tulis akun ~It’s Me~ di kolom komentar yang memicu perdebatan panjang antar pengguna media sosial.

Muncul pula isu mengenai kewajiban kerja bakti warga untuk pembangunan ini, yang menambah kecurigaan publik mengenai transparansi penggunaan dana desa tersebut.

Warganet berharap ada penjelasan resmi mengenai rincian anggaran, apakah dana tersebut murni untuk fisik bangunan atau sudah termasuk armada transportasi pendukung.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai detail biaya pembangunan gedung koperasi ini? Anda bisa memantau perkembangan informasinya melalui kanal berita terkini kami. (*)