Peringati HJKB ke-214, Pejabat Pemkot Gelar Ziarah ke Makam Pendiri Kota Bandung

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali mengenang jasa para leluhur dengan menggelar ziarah ke makam pendiri kota Bandung, pada Kamis (19/9).

Author Oleh: Deri Dahuri
20 September 2024
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali mengenang jasa para leluhur dengan menggelar ziarah ke makam pendiri kota Bandung, pada Kamis (19/9).(Ist/Pemkot Bandung)

BANDUNG, sebuah kota yang penuh sejarah, kini telah memasuki usia ke-214. Dalam momen penting peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB), 

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali mengenang jasa para leluhur dengan menggelar ziarah ke makam pendiri kota Bandung, pada Kamis (19/9).

 

Ziarah kali ini bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga refleksi tentang perjalanan panjang Kota Bandung dan para pemimpinnya yang telah membentuk kota ini menjadi seperti sekarang.

 

Baca juga: RSUD dan Dinsos Kota Bandung Gelar Khitanan Massal Gratis dalam Rangka HJKB ke-214

 

Di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, kegiatan ziarah kali ini dimulai dari makam Dalemkaum, tempat bersemayamnya Rd. Adipati Wiranatakusumah VI, Bupati Bandung keenam yang memimpin dari 1794 hingga 1829. 

 

Sebagai salah satu figur kunci dalam sejarah Bandung, Rd. Adipati Wiranatakusumah VI dihormati sebagai pendiri Kota Bandung. Kehadirannya di kota ini membawa perubahan besar yang masih dirasakan hingga kini.

 

Suasana khidmat menyelimuti makam Dalemkaum di Karang Anyar, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung. 

 

Bambang bersama istri, Linda Nurani, yang juga menjabat sebagai Pj. Ketua TP PKK Kota Bandung, menaburkan bunga di makam sembari memanjatkan doa. 

 

Baca juga: ‘Bandung Berbagi’, Semangat Kepedulian dan Kolaborasi di HUT ke-214 Kota Kembang

 

Di tempat itu, tak hanya keluarga pendiri Bandung yang diziarahi, tetapi juga makam para Bupati Bandung lainnya, termasuk Rd. Tumenggung Wira Angun-angun, Bupati Bandung pertama yang berkuasa dari 1641 hingga 1709.

 

Ziarah ini tak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga sebuah pengingat bagi generasi sekarang untuk melanjutkan semangat perjuangan para leluhur. 

 

Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan bahwa Kota Bandung yang kita kenal hari ini tak akan pernah ada tanpa jasa besar para pendiri. 

 

"Kami atas nama warga Kota Bandung menyampaikan rasa syukur dalam rangka HJKB. Bandung tidak akan pernah ada tanpa para pendiri. Ziarah ini adalah bentuk penghargaan kami untuk mereka," ujar Bambang dengan penuh hormat.

 

Perjalanan ziarah pun berlanjut ke Dayeuh Kolot, tempat peristirahatan terakhir beberapa tokoh penting Bandung, termasuk Rd. Tumenggung Anggadiredja II dan Rd. Adipati Wiranatakusumah I. 

 

Mereka adalah para pemimpin yang berperan penting dalam membangun fondasi kota ini. 

 

Dari masa ke masa, para bupati ini menghadapi berbagai tantangan yang tak mudah, tetapi semangat mereka untuk memajukan Bandung terus hidup di hati generasi berikutnya.

 

Tak hanya di Bandung, ziarah juga dilanjutkan ke Kabupaten Garut, tepatnya di makam R. Tumenggung Anggadiredja I, Bupati Bandung ketiga yang dikenal dengan sebutan Dalem Gordah. 

 

Di sini, rombongan Pemkot Bandung kembali menundukkan kepala dalam doa, mengenang jasa-jasa Dalem Gordah yang pernah memimpin Bandung pada periode 1704 hingga 1747.

 

Namun, kegiatan ziarah ini tak berhenti pada penghormatan semata. Pemkot Bandung juga memberikan bantuan sembako kepada para penerima manfaat dan penjaga makam di sekitar lokasi. 

 

Baca juga: Ekonomi Kota Kembang Menggeliat, Bandung Great Sale 2024 Catat Transaksi Rp78,9 Miliar

 

Ini merupakan simbol bahwa rasa syukur dan penghargaan tak hanya diwujudkan dalam bentuk ritual, tetapi juga melalui aksi nyata untuk membantu sesama, terutama mereka yang merawat warisan sejarah kota ini.

 

Sebagai generasi penerus, Bambang mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk terus mendoakan para pendiri kota serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan dan kemajuan kota. 

 

"Saat ini, sebagai generasi penerus, kita harus bisa memberikan nilai manfaat bagi kesejahteraan warga Bandung," ujarnya. 

 

"Doa dan upaya kita mendoakan para pendiri ini bukan hanya pada momen HJKB, tetapi setiap hari," ucap Bambang,

 

Perjalanan ziarah ini menjadi simbol pengingat bahwa Kota Bandung dibangun di atas sejarah panjang penuh perjuangan. 

 

Menghargai para leluhur bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga soal mengambil inspirasi untuk membangun masa depan yang lebih baik. 

 

Di momen HJKB ke-214 ini, kita semua diingatkan akan pentingnya menjaga dan meneruskan warisan sejarah, sekaligus mengukir jejak baru untuk generasi mendatang. (SG-2)