Naff Bangkit di Bandung: Vokalis Baru dan Single 'Hipnotis' Memukau Penonton

Single Hipnotis bukan sekadar lagu baru bagi Naff, melainkan sebuah refleksi emosional dari perjalanan hidup sang bassist, Odeu Wijaya. 

Author Oleh: Deri Dahuri
15 Februari 2025
Pada Jumat, 14 Februari 2025, Naff merilis single terbaru mereka berjudul Hipnotis dalam Intimate Showcase bertajuk sama di Goedsel88, Bandung. (SG/Fajar Ramadan)

BANDUNG kembali menjadi saksi kebangkitan salah satu band pop legendaris Indonesia, Naff. 

 

Dalam suasana romantis di tengah rintik hujan yang menyambut Hari Valentine, Goedsel88 menjadi panggung istimewa bagi band yang telah eksis selama 27 tahun ini. 

 

Tak hanya menandai kembalinya mereka ke industri musik setelah empat tahun tanpa karya baru, acara ini juga memperkenalkan sosok baru di balik mikrofon—El, vokalis yang memberi warna segar bagi Naff.

 

Baca juga: Tampilan Erwin Gutawa, Ariel dan Danilla Gebrak Konser Musik IIMS 2025 di Hari Valentine

 

Comeback Berkelas di Showcase Intim

 

Pada Jumat, 14 Februari 2025, Naff merilis single terbaru mereka berjudul Hipnotis dalam Intimate Showcase bertajuk sama. 

 

Diselenggarakan secara eksklusif untuk 150 penggemar terpilih, acara ini bukan sekadar peluncuran lagu, tetapi juga momentum nostalgia bagi mereka yang tumbuh bersama hits klasik Naff seperti Ternyata Mimpiku dan Kau Masih Kekasihku.

 

Sore itu, Goedsel88 menjadi lebih dari sekadar venue musik indie Bandung. 

 

 

Panggung dengan latar logo Naff yang kini dihiasi gelombang air sebagai simbol perubahan sejak 2012, menjadi saksi kebangkitan band yang sempat ‘menghilang’ sejak album Redup Terang (2021). 

 

Sorotan lampu temaram menambah atmosfer intim ketika El, bersama Odeu Wijaya (bass) dan Hilal Hamzah (drum), membuka penampilan mereka dengan Hipnotis

 

Baca juga: Harmoni Musik 'The Papandayan Jazz Fest 2024' Siap Mengguncang Kota Bandung

 

Suara serak berkarakter El membawa nuansa berbeda, menghidupkan kembali semangat band yang sempat meredup.

 

El, Sosok Baru dengan Vokal Rock yang Menggebrak

 

Kehadiran El sebagai vokalis baru menjadi sorotan utama dalam comeback ini. Setelah kepergian Ady (2010) dan Arda (2024), pencarian vokalis yang cocok bukanlah hal mudah. 

 

Namun, El, dengan rambut ikal dan tato di lengan, membuktikan bahwa ia adalah sosok yang tepat untuk membawa Naff ke era baru.

 

“Audisinya langsung di atas panggung,” ujar Odeu mengenang momen ketika El pertama kali tampil bersama mereka. 

 

“Kalau dulu vokalisnya lebih mellow, sekarang lebih rock. Karakter vokal El berat, tapi tetap melodius,” kata Odeu.

 

El sendiri mengaku tak menyangka bisa menjadi bagian dari Naff, band yang sudah ia dengarkan sejak kecil. 

 

“Awalnya sempat ragu karena penampilan saya beda dengan vokalis sebelumnya. Tapi mereka sangat menerima saya,” tuturnya. 

 

Keraguan itu pun sirna ketika ia tampil penuh percaya diri, menggerakkan tubuh mengikuti irama dan membuktikan bahwa ia mampu membawa Naff ke babak baru dalam perjalanan musik mereka.

 

‘Hipnotis’: Lagu Cinta yang Lahir dari Masa Sulit

 

Single Hipnotis bukan sekadar lagu baru bagi Naff, melainkan sebuah refleksi emosional dari perjalanan hidup sang bassist, Odeu Wijaya. 

 

Lagu ini lahir dari pengalaman pribadinya saat melewati masa sulit pandemi Covid-19.

 

Baca juga: Jazz Coffee Bandung Hadirkan Kenikmatan Kopi dan Musik Jazz dalam Harmoni

 

“Masa itu adalah titik terendah saya. Tapi saya melihat istri saya tetap penuh cinta, tetap bertahan. Itu yang menginspirasi lagu ini,” ungkapnya.

 

Dirancang selama enam bulan, Hipnotis menggabungkan riff gitar yang lebih berat dengan lirik melankolis khas Naff. 

 

 

Lagu ini bercerita tentang kekuatan cinta yang begitu mendalam, hingga setiap senyuman, sorot mata, dan gestur kecil dari orang tercinta mampu ‘menghipnotis’ seseorang untuk terus jatuh cinta.

 

Kembali ke Industri dengan Warna Baru

 

Selain menampilkan lagu-lagu lama dengan aransemen baru, Naff juga menayangkan video musik Hipnotis dalam showcase tersebut. 

Video itu memperlihatkan El sebagai pemeran utama, menggambarkan perasaan seseorang yang terhipnotis oleh cinta pasangannya.

 

Ketika seorang penggemar bertanya tentang kehadiran mereka yang sempat meredup, Odeu dengan jujur menjawab bahwa Naff tetap aktif manggung meskipun tak begitu eksis di media sosial.

 

“Media sosial itu tantangan buat kami yang sudah tidak muda lagi. Tapi dengan El di sini, kami ingin mencoba hadir kembali dengan semangat baru,” katanya.

 

Acara ditutup dengan penampilan live Hipnotis, yang hingga saat itu belum tersedia di platform streaming mana pun. 

 

Penonton memberikan tepuk tangan meriah, menyambut kebangkitan Naff yang kini hadir dengan energi dan warna baru. 

 

Dengan usia yang ke-27, Naff membuktikan bahwa mereka belum selesai. Mereka terus berkarya, beradaptasi, dan tetap menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia.

 

Naff Bangkit di Bandung: Vokalis Baru dan Single 'Hipnotis' Memukau Penonton

 

Bandung kembali menjadi saksi kebangkitan salah satu band pop legendaris Indonesia, Naff. 

 

Dalam suasana romantis di tengah rintik hujan yang menyambut Hari Valentine, Goedsel88 menjadi panggung istimewa bagi band yang telah eksis selama 27 tahun ini.

 

 Tak hanya menandai kembalinya mereka ke industri musik setelah empat tahun tanpa karya baru, acara ini juga memperkenalkan sosok baru di balik mikrofon—El, vokalis yang memberi warna segar bagi Naff.

 

Comeback Berkelas di Showcase Intim

 

Pada Jumat, 14 Februari 2025, Naff merilis single terbaru mereka berjudul Hipnotis dalam Intimate Showcase bertajuk sama. 

 

Diselenggarakan secara eksklusif untuk 150 penggemar terpilih, acara ini bukan sekadar peluncuran lagu, tetapi juga momentum nostalgia bagi mereka yang tumbuh bersama hits klasik Naff seperti Ternyata Mimpiku dan Kau Masih Kekasihku.

Sore itu, Goedsel88 menjadi lebih dari sekadar venue musik indie Bandung. 

 

Panggung dengan latar logo Naff yang kini dihiasi gelombang air sebagai simbol perubahan sejak 2012, menjadi saksi kebangkitan band yang sempat ‘menghilang’ sejak album Redup Terang (2021). 

 

Sorotan lampu temaram menambah atmosfer intim ketika El, bersama Odeu Wijaya (bass) dan Hilal Hamzah (drum), membuka penampilan mereka dengan Hipnotis

 

Suara serak berkarakter El membawa nuansa berbeda, menghidupkan kembali semangat band yang sempat meredup.

 

El, Sosok Baru dengan Vokal Rock yang Menggebrak

 

Kehadiran El sebagai vokalis baru menjadi sorotan utama dalam comeback ini. Setelah kepergian Ady (2010) dan Arda (2024), pencarian vokalis yang cocok bukanlah hal mudah. 

 

Namun, El, dengan rambut ikal dan tato di lengan, membuktikan bahwa ia adalah sosok yang tepat untuk membawa Naff ke era baru.

 

“Audisinya langsung di atas panggung,” ujar Odeu mengenang momen ketika El pertama kali tampil bersama mereka. 

 

“Kalau dulu vokalisnya lebih mellow, sekarang lebih rock. Karakter vokal El berat, tapi tetap melodius,” jelasnya.

El sendiri mengaku tak menyangka bisa menjadi bagian dari Naff, band yang sudah ia dengarkan sejak kecil. 

 

“Awalnya sempat ragu karena penampilan saya beda dengan vokalis sebelumnya. Tapi mereka sangat menerima saya,” tuturnya. 

 

Keraguan itu pun sirna ketika ia tampil penuh percaya diri, menggerakkan tubuh mengikuti irama dan membuktikan bahwa ia mampu membawa Naff ke babak baru dalam perjalanan musik mereka.

 

‘Hipnotis’: Lagu Cinta yang Lahir dari Masa Sulit

 

Single Hipnotis bukan sekadar lagu baru bagi Naff, melainkan sebuah refleksi emosional dari perjalanan hidup sang bassist, Odeu Wijaya. 

 

Lagu ini lahir dari pengalaman pribadinya saat melewati masa sulit pandemi Covid-19.

“Masa itu adalah titik terendah saya. Tapi saya melihat istri saya tetap penuh cinta, tetap bertahan. Itu yang menginspirasi lagu ini,” ungkapnya.

 

Dirancang selama enam bulan, Hipnotis menggabungkan riff gitar yang lebih berat dengan lirik melankolis khas Naff. 

 

Lagu ini bercerita tentang kekuatan cinta yang begitu mendalam, hingga setiap senyuman, sorot mata, dan gestur kecil dari orang tercinta mampu ‘menghipnotis’ seseorang untuk terus jatuh cinta.

Kembali ke Industri dengan Warna Baru

 

Selain menampilkan lagu-lagu lama dengan aransemen baru, Naff juga menayangkan video musik Hipnotis dalam showcase tersebut. 

 

Video itu memperlihatkan El sebagai pemeran utama, menggambarkan perasaan seseorang yang terhipnotis oleh cinta pasangannya.

 

Ketika seorang penggemar bertanya tentang kehadiran mereka yang sempat meredup, Odeu dengan jujur menjawab bahwa Naff tetap aktif manggung meskipun tak begitu eksis di media sosial.

 

“Media sosial itu tantangan buat kami yang sudah tidak muda lagi. Tapi dengan El di sini, kami ingin mencoba hadir kembali dengan semangat baru,” katanya.

 

Acara ditutup dengan penampilan live Hipnotis, yang hingga saat itu belum tersedia di platform streaming mana pun. 

 

Penonton memberikan tepuk tangan meriah, menyambut kebangkitan Naff yang kini hadir dengan energi dan warna baru. 

 

Dengan usia yang ke-27, Naff membuktikan bahwa mereka belum selesai. Mereka terus berkarya, beradaptasi, dan tetap menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia. (Fajar Ramadan/SG-2)