Kemenperin Bantu Perbaikan Kemasan Produk IKM untuk Naikkan Daya Jual

Klinik KDMK bertujuan membantu IKM dalam memilih bahan kemasan sesuai produknya, pemilihan teknologi, pembuatan desain, pembuatan label kemasan sesuai peraturan yang berlaku dan memfasilitasi bantuan cetak kemasan.
 

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
25 Juli 2024
Dok. Kemenperin

INDUSTRI Kecil dan Menengah (IKM)  memerlukan bantuan dari para desainer dalam menentukan konsep desain merek dan kemasan yang sesuai dengan kebutuhan pasarnya. 

 

Desainer dapat melihat secara detail baik dari sisi fungsi kemasan, estetika bentuk, kesesuaian konsep logo, hingga pemilihan warna yang sesuai dengan komoditas produk tersebut.

 

Baru-baru ini Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) berkolaborasi dengan Dinas Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran menggelar Workshop Desain Merek dan Kemasan di Kabupaten Pangandaran. 

 

Sebanyak 30 pelaku IKM pangan yang telah memenuhi persyaratan mengikuti kegiatan tersebut. Hadir sebagai pembawa materi tenaga ahli dan desainer dari Klinik Desain Merek Kemas (KDMK) Ditjen IKMA. 

 

“Para IKM nantinya akan mendapatkan fasilitasi desain merek dan kemasan agar semakin memiliki daya saing dan daya jual yang tinggi di pasar,” kata Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita, dalam keterangannya yang dirilis Kemenperin, Rabu (24/7).

 

Kemenperin, lanjutnya,  telah membentuk Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK) sejak 2003 untuk memberikan solusi bagi IKM dalam penguatan mutu kemasan produk, lanjutnya

 

Baca juga: Pelaku UMKM Butuh Desain Kemasan Produk Menarik, Kemenkop UKM Siap Melayani

 

“Klinik KDMK bertujuan membantu IKM dalam pemilihan bahan kemasan yang sesuai dengan produknya, pemilihan teknologi, pembuatan desain, pembuatan label kemasan sesuai peraturan yang berlaku dan memfasilitasi bantuan cetak kemasan,” imbuh Reni.

 

Menurutnya, desain merek dan kemasan yang menarik sesuai segmen pasar serta memenuhi standar sangat penting. 

 

“Setiap segmen pasar produk IKM tentunya memiliki perbedaan selera maupun gaya desain yang mencerminkan image dari produk yang dihasilkan,” tuturnya. 

 

Baca juga: Menparekraf Dukung Kemasan Snack Bernuansa Seni dan Budaya Nusantara

 

Sebagai contoh, produk dengan segmen pasar menengah atas harus memiliki desain logo dan kemasan elegan sehingga dapat mencerminkan kualitas produk yang premium dan memiliki nilai jual tinggi.

 

Lebih lanjut, Reni mengemukakan, IKM memerlukan bantuan dari para desainer dalam menentukan konsep desain merek dan kemasan yang sesuai dengan kebutuhan pasarnya. 

 

Desainer dapat melihat secara detail baik dari sisi fungsi kemasan, estetika bentuk, kesesuaian konsep logo, hingga pemilihan warna yang sesuai dengan komoditas produk tersebut.

 

“Diharapkan nantinya pelaku IKM dapat turut belajar dan mendapatkan wawasan tentang desain merek dan kemasan yang dapat diterapkan di masa mendatang dan dapat disebarkan kepada para pelaku IKM lainnya,” ujarnya.

 

Pengetahuan tentang kemasan

Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, Yedi Sabaryadi, menuturkan, kegiatan workshop diisi dengan materi pengetahuan tentang kemasan yang baik serta aspek penting lainnya seperti kekayaan intelektual khususnya merek, juga diisi dengan sosialisasi platform e-Klinik Desain Merek dan Kemasan (e-KDMK) yang dimiliki oleh Ditjen IKMA.

 

Yedi menambahkan, pada 2023, KDMK Ditjen IKMA telah memfasilitasi sebanyak 209 IKM dengan rincian desain yang dihasilkan sebanyak 409 desain kemasan, 299 desain merek, serta pemberian bantuan cetak kepada 95 IKM. Pelaku IKM dapat mengakses platform e-KDMK melalui laman e-klinikdesainmerekemas.kemenperin.go.id untuk mendapatkan fasilitasi desain merek dan kemasan. 

 

“Pelaku IKM juga dapat mengunduh aplikasi e-KDMK dengan kata kunci “e-Kemasan IKM” pada platform Google Playstore khusus pengguna smartphone android,” jelasnya lagi.

 

Dalam platform e-KDMK, selain pelaku IKM dapat mengajukan fasilitasi desain secara online, juga terdapat direktori terkait data rumah kemasan yang tersebar di seluruh Indonesia lengkap dengan alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi. 

 

“Kami juga mencantumkan data mitra produsen kemasan sehingga para pelaku IKM yang telah terfasilitasi desain kemasannya, dapat memperoleh akses ke vendor produsen kemasan yang berkualitas dan memiliki harga terjangkau,” pungkas Yedi.

 

Pelaku IKM dituntut untuk memaksimalkan semua aspek kualitas produk yang dihasilkan. Mulai dari standarisasi produk, jaminan higienitas produk, hingga konsistensi kualitas produk menjadi aspek yang harus diperhatikan untuk peningkatan daya saing. 

 

Bahkan, desain logo atau merek dan kemasan pun termasuk aspek yang perlu diperhatikan para pelaku IKM di tanah air.

 

Kemenperin melalui Ditjen IKMA secara konsisten memberikan fasilitasi desain merek dan kemasan produk IKM melalui Klinik Desain Merek dan Kemas. (SG-1)