Berkontribusi bagi Energi Terbarukan Noovoleum Ubah Minyak Jelantah Jadi Energi

Limbah minyak jelantah dari masyarakat itu kemudian diolah menjadi bioavtur, bahan bakar ramah lingkungan yang telah digunakan oleh band internasional, Coldplay, selama tur dunia mereka. 
 

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
30 September 2024
Community Engagement Noovoleum, Andini Zalfaa Aliya. (Dok. Sokoguru/Salsabilla Ramadhanty).

MINYAK jelantah atau sisa menggoreng jika dibuang sembarangan membawa dampak buruk bagi lingkungan, mulai dari menyumbat saluran pipa pembuangan hingga mencemari air tanah. Limbah tersebut dihasilkan setiap hari oleh rumah tangga, restoran, dan UMKM di seluruh Indonesia. 

 

Jika dibiarkan, minyak jelantah bisa menjadi salah satu penyebab utama pencemaran air yang berdampak pada krisis air bersih. 


Untuk itu, berbekal pemahaman akan dampak lingkungan akibat membuang minyak jelantah sembarangan, Noovoleum, sebuah perusahaan rintisan (startup) yang bermarkas di Kota Bandung, memutuskan untuk bergerak di bidang pengumpulan limbah minyak jelantah. 

 

Baca juga: Pemkot Bandung Kembangkan Sorgum sebagai Energi Baru Terbarukan dan Ketahanan Pangan

 

Limbah yang dihasilkan dari masyarakat itu kemudian diolah menjadi bioavtur, bahan bakar ramah lingkungan yang telah digunakan oleh band internasional, Coldplay, selama tur dunia mereka. 

 

“Noovoleum enggak hanya sekadar mengumpulkan, tetapi juga memberikan kehidupan baru pada limbah tersebut,” tutur Community Engagement Noovoleum, Andini Zalfaa Aliya, saat diwawancarai Sokoguru di Kantor Noovoleum, Jln. Raden Fatah No. 6, Kota Bandung, Jumat (27/9). 

 

Noovoleum, yang didirikan pada akhir 2022 itu memiliki misi besar: Mengubah minyak jelantah menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, bioavtur. 

 

Bahan bakar tersebut telah diakui dunia sebagai salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Potensi dari minyak jelantah yang selama ini terabaikan itu, kini dapat memberikan kontribusi besar bagi dunia energi terbarukan.


Mengedukasi masyarakat

Terjun langsung ke tengah masyarakat menjadi aktivitas utama dari perusahaan ini. Mereka menghampiri ibu-ibu yang tengah berkumpul di kegiatan PKK, mengunjungi sekolah-sekolah, dan bekerja sama dengan organisasi masyarakat untuk lebih tertib mengolah limbah. 

 

Dalam sosialisasi tersebut, mereka tidak hanya berbicara tentang dampak negatif minyak jelantah yang dibuang sembarangan, tetapi juga menjelaskan manfaat dari pengolahan limbah itu. 

 

"Kami sering bercerita bahwa minyak jelantah bisa digunakan untuk menerbangkan pesawat, seperti yang dilakukan Coldplay. Ini membuka mata banyak orang," imbuh sarjana ilmu komunikasi dari Universitas Padjajaran Bandung (Unpad) ini. 

 

Menurutnya, pendekatan yang menghubungkan masalah sehari-hari dengan solusi inovatif seringkali membuat masyarakat lebih mudah memahami pentingnya perubahan.

 

Tak hanya mengedukasi, Noovoleum juga menawarkan insentif bagi masyarakat yang tertib mengumpulkan minyak jelantah. Setiap liter minyak bekas pakai dihargai Rp 6.500.  Program tersebut, menurutnya, mendorong partisipasi masyarakat lebih luas, khususnya di kalangan ibu rumah tangga dan UMKM. 


"Kami ingin mereka melihat minyak jelantah bukan sebagai limbah, tapi sebagai sumber daya yang berharga," tambahnya.


Noovoleum, sambung Andini,  juga memberikan layanan tambahan kepada mitra UMKM. Mereka menawarkan harga pembelian minyak jelantah yang lebih tinggi dibandingkan platform lain, menyediakan layanan pengambilan gratis, dan memberikan sertifikat kepada UMKM yang berpartisipasi. 


"Kami memastikan bahwa mereka yang ikut serta akan mendapat manfaat lebih dari sekadar penjualan minyak. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap lingkungan. Banyak restoran yang memiliki pride ketika mereka menjadi bagian dari solusi atas limbah ini" ujar perempuan berusia 25 tahun ini.


Menyasar anak muda, perusahaan ini pun konsisten membentuk Eco Club di sekolah-sekolah. Melalui program ini, Noovoleum melibatkan generasi muda dalam pengelolaan minyak jelantah dan mengedukasi mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan. 

 

"Anak-anak adalah agen perubahan yang luar biasa. Mereka antusias mengumpulkan minyak jelantah dari rumah dan menyebarkan pengetahuan ini kepada orang tua mereka. Biasanya orang tua ketika diberitahu anak lebih mujarab perubahannya," jelasnya penuh semangat. 

 

Program Eco Club telah menjangkau puluhan sekolah di Bandung dan sekitarnya. Setiap sekolah yang dikunjungi Noovoleum juga ditandai dengan pembentukan ekstrakurikuler Eco Club. 

 

Eco Club  kemudian berfungsi sebagai pusat kegiatan yang melibatkan siswa dalam aktivitas yang terkait dengan pengelolaan limbah dan keberlanjutan.

 

Dengan upaya tersebut perusahaan ini telah berhasil mengumpulkan berton-ton minyak jelantah dalam sebulannya dengan partisipasi aktif dari masyarakat tersebut.


Berbasis teknologi

Lebih lanjut,  Andini menjelaskan, pihaknya telah berhasil mengumpulkan berton-ton minyak jelantah berkat pendekatan aktif ke tengah masyarakat. 

 

Melalui penempatan mesin pengumpul minyak jelantah di berbagai titik strategis, Noovoleum memastikan bahwa masyarakat dapat dengan mudah menyetor minyak jelantah yang mereka hasilkan tanpa harus melakukan upaya lebih.

 

Untuk memudahkan proses pengumpulan dari masyarakat, Noovoleum juga mengembangkan You Collect App, sebuah aplikasi berbasis teknologi yang memungkinkan pengguna untuk lebih mudah menyetor dan memantau minyak jelantah yang mereka kumpulkan. 

 

Aplikasi tersebut berperan penting dalam mempercepat adopsi kebiasaan ramah lingkungan, sekaligus memfasilitasi proses pengumpulan minyak secara efisien.

 

Melalui aplikasi itu, pengguna dapat melacak jumlah minyak yang sudah mereka setorkan, menemukan lokasi mesin pengumpul terdekat, dan mendapatkan poin insentif yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah atau disumbangkan untuk kegiatan sosial. 

 

Aplikasi ini tidak hanya mempermudah masyarakat untuk terlibat, tetapi juga berfungsi sebagai alat edukasi. Pengguna bisa mendapatkan informasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, dampak minyak jelantah terhadap ekosistem, serta berbagai manfaat dari pengolahan limbah yang tepat. 

 

Noovoleum juga menempatkan mesin-mesin pengumpul minyak jelantah di berbagai titik strategis, seperti pusat perbelanjaan, pasar, dan area publik lainnya. Dengan cara ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses fasilitas pengumpulan tanpa harus jauh-jauh mencari lokasi. 

 

“Dengan infrastruktur yang semakin berkembang, kami berharap semakin banyak orang yang terlibat dalam gerakan ini,” kata Andini.

 

Ekspansi berbasis teknologi ini sejalan dengan ambisi besar Noovoleum untuk memperluas jangkauan program mereka ke lebih banyak kota di Indonesia. Setelah sukses di Bandung, Tangerang, dan Jakarta, Noovoleum kini memperluas jangkauan mereka ke Bali dan Bojonegoro. 

 

“Kami melihat potensi besar di daerah-daerah lain, terutama yang memiliki industri kuliner kuat. Dengan teknologi dan jaringan yang baik, kami optimistis  bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.

 

Aplikasi You Collect dan jaringan mesin pengumpul ini adalah bagian dari strategi besar Noovoleum untuk menciptakan ekosistem pengelolaan minyak jelantah yang lebih terintegrasi dan inklusif. 

 

Dengan memanfaatkan teknologi, Noovoleum mampu menghubungkan lebih banyak orang dengan solusi lingkungan yang mudah diakses, sekaligus memberdayakan mereka untuk berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau. (Fajar Ramadan/SG-1)