Ide Usaha Kuliner Viral 2026: Ini Rahasia Cuan dari Jelly Straw

Mau usaha viral dengan modal hanya Rp5 juta? Coba Jelly Straw ala Thailand! Bahan murah, margin tinggi, dan visual menarik. Cek rahasia suksesnya di sini!

Author Oleh: Pipin Lukmanul Hakim
02 Maret 2026
<p>Perempuan menikmati jajanan viral di Thailand, Jelly Straw. Ide bisnis modal minim, keuntungan bisa tinggi. Foto: TikTok/@edukm.id.</p>

Perempuan menikmati jajanan viral di Thailand, Jelly Straw. Ide bisnis modal minim, keuntungan bisa tinggi. Foto: TikTok/@edukm.id.

SOKOGURU - Punya modal terbatas tapi ingin punya usaha yang langsung diserbu pembeli? Tren kuliner memang nggak ada habisnya, dan salah satu yang sedang booming adalah Jelly Straw. 

Terinspirasi dari jajanan viral di Thailand, bisnis ini terbukti menarik perhatian karena tampilannya yang unik dan modalnya yang sangat ramah di kantong.

Berikut adalah alasan mengapa kamu harus melirik peluang usaha ini sekarang juga!

Kenapa Harus Jelly Straw?

Salah satu kunci sukses usaha kuliner kekinian adalah aspek visual dan pengalaman saat menyantapnya. Jelly straw menawarkan keduanya. 

Bukan sekadar makan agar-agar biasa, pelanggan akan merasakan sensasi menarik jelly keluar dari sedotan yang memberikan pengalaman seru (experience-based eating). 

Inilah yang seringkali membuat orang berhenti sejenak dan akhirnya membeli karena penasaran.

Modal Minim, Bahan Mudah Didapat

Alasan utama mengapa bisnis ini bisa dijalankan hanya dengan modal sekitar Rp5 jutaan adalah kesederhanaan bahan bakunya. Kamu hanya memerlukan:

1. Bubuk jelly berbagai rasa dan warna.

2. Sedotan plastik tebal (sebagai cetakan sekaligus alat makan).

3. Cup kecil atau plastik kemasan untuk penyajian yang higienis.

Hanya dengan modal ratusan ribu untuk bahan baku, kamu bisa menghasilkan puluhan hingga ratusan porsi setiap harinya.

Potensi Keuntungan yang Menggiurkan

Mari kita bicara angka. Jika satu porsi jelly straw dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000, margin keuntungan yang kamu dapatkan bisa sangat tinggi. Karena biaya produksinya rendah, titik balik modal (BEP) bisa dicapai dalam waktu yang relatif singkat.

Dengan tampilan warna-warni yang menggoda mata dan aksi "tarik jelly" yang Instagrammable, promosi di media sosial seperti TikTok atau Instagram akan jauh lebih mudah dan efektif. (*)