Kreatif

Panic Buying Air Mineral di Malaysia, Apakah Disebabkan Cuaca Ekstream?

Fenomena panic buying kembali melanda, kali ini terjadi di negeri Jiran, Malaysia. Di sana, pembelian air mineral melonjak sangat signifikan.

sumber: The Star Malaysia

Sokoguru.id - Fenomena panic buying kembali melanda, kali ini terjadi di negeri Jiran, Malaysia. Di sana, pembelian air mineral melonjak sangat signifikan. Di berbagai kota, melaporkan adanya antrean panjang serta pasokan air mineral yang cepat habis, seperti di supermarket dan toko-toko kelontong.

Berbagai spekulasi muncul mengenai latar belakang terjadinya fenomena panic buying di Malaysia, Salah satu alasan penyebab panic buying ialah kekhawatiran akan kelangkaan air bersih yang disebabkan oleh peningkatan suhu rata-rata dan kekeringan yang akan melanda.

Namun, apakah spekulasi tersebut benar adanya?

Menurut pemberitaan dari thestar.com.my, fenomena panic buying dipicu oleh adanya kesalahan pada sistem air pada bendungan pemasok air bersih. Sehingga, sungai yang menjadi pemasok air bersih di Malaysia mengalami penyusutan volume air yang drastis, karena ada kesalahan teknis di bagian sensor otomatis sistem air nya.

Menteri Kerja Raya dan Komunikasi serta Menteri Pengangkutan di Malaysia, Chon Kon Yeow mengimbau warga Penang untuk menghemat air terlebih dahulu. Menurutnya, kasus bendungan Ayer Itam hanya memuat air untuk penduduk setempat yang bertahan hanya selama 120 hari lagi.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terjadi fenomenai panic buying di Malaysia bukanlah disebabkan oleh adanya serangan gelombang panas, melainkan karena permasalahan sistem bendungan air.

Fenomena panic buying sendiri, tak hanya sekali terjadi di Malaysia saja. Di Indonesia sendiri, fenomena semacam ini pernah terjadi, seperti saat kasus pertama COVID-19 pada awal tahun 2020.

Masyarakat melakukan panic buying dengan memborong berbagai barang kebutuhan sehari-hari seperti masker, hand sanitizer, makanan serta produk kebersihan.

Panic buying sendiri terjadi karena adanya kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan barang dan layanan saat situasi yang tidak pasti. Hal ini memicu lonjakan permintaan yang tiba-tiba dan membuat produk tertentu sulit didapatkan.

Panic buying juga merupakan respons alami dari masyarakat dalam menghadapi situasi yang tidak pasti. Namun, penting bagi kita smeua untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar pasokan tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh semua orang.

Pemerintah juga berperan dalam mengawasi dan mengendalikan situasi ini untuk memastikan ketersediaan barang dan mencegah adanya penimbunan.