BERITA
Bulu Mata Asli Purbalingga, Buatan UMKM Lokal Go Internasional
Bulu mata palsu dari Purbalingga ini merupakan salah satu produk kualitas nomor satu yang berhasil menjuarai pasar bulu mata di dunia dan nasional
OlehSalsabilla Ramadhanty
23 November 2022 01:06
featured image
sumber: shopee.co.id

Sokoguru.id - Banyak sekali berbagai kerajinan yang dibuat di Indonesia dengan kualitas yang sangat berkualitas. Salah satu kerajinan yang sudah terkenal dengan kualitas premium nya adalah bulu mata buatan Purbalingga.

Berlokasi di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, sentra produksi bulu mata palsu ini berada. Dimana satu Indonesia bahkan seluruh dunia, mendapatkan supply bulu mata palsu dari Purbalingga.

Karenanya, daerah Purbalingga penghasil bulu mata palsu sudah dikatakan menjadi sentra besar. Hingga banyak rumah-rumah produksi di darah tersebut yang menghasilkan bulu mata palsu.

Banyak diantaranya yang berhasil mengekspor produknya hingga ke mancanegara lewat hubungan berbagai lembaga, salah satunya dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau pun Indonesia Eximbank.

Lembaga yang menjadi spesial mission vehicle dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu terus melakukan edukasi dan pendampingan kepada UMKM berorientasi ekspor untuk kemudian bisa naik kelas sehingga dapat go internasional.

Salah satu pengrajin bulu mata palsu Purbalingg adalah Dewi Ekha Harlasyanti, pengusaha lokal bulu mata palsu yang telah mengekspor produknya ke Eropa dan Amerika.

Ia memulai bisnis bulu mata palsu sejak tahun 2015, Ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan beralih menekuni bisnis bulu mata palsu di Purbalingga.

"Jadi bulu mata palsu yang berbahan baku rambut orang pasti dari Indonesia, dan di dunia ini yang bisa bikin hanya Purbalingga saja. Sehingga, kenapa saya memilih untuk menjadi eksportir bulu mata palsu karena Indonesia pemasok bulu mata palsu ke seluruh dunia," ucap Dewi.

Ia juga menegaskan bahwa dari kualitas bulu mata palsu buatan Purbalingga ini, mampu meyakinkan buyer di seluruh dunia untuk memilih dan menggunakan bulu mata palsu buatan lokal Indonesia, selain karena tingkat craftship nya yang tinggi.

Sejak memulai bisnis ini, Dewi juga sudah yakin untuk memantapkan diri terjun ke dunia ekspor, dan tak lama produk miliknya ini langsung dilirik oleh buyer dari Prancis yang akhirnya menjadi destinasi eksppor pertama produk bulu mata palsu.

Kini dirinya telah melakukan ekspor ke 16 negara seperti Meksiko, Kolombia, Turki, Perancis, dan Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu pasar terbesar produk bulu mata palsu.

Krena usahanya tersebut, dirinya mampu menjadi pahlawan bagi masyarakat sekitar sebagai pemberaya di dalam produksi bulu mata palsu ini. Ada sebanyak 500-700 orang yang ikut terlibat dalam pembuatan bulu mata palsu, yang kesemuanya didominasi oleh ibu rumah tangga.

Sebagai pengusaha yang terus naik kelas hingga go internasional, Dewi memperkenalkan produknya kepada LPEI melalui Desa Sejahtera Astra.

Menurutnya, pendampingan dari LPEI sudah membantu membukakan akses pasar, memperluas jejaring usaha serta membantu promosikan porduk bulu mata palsu miliknya kepada buyer maupun desainer kelas dunia. Harapannya, Dewi berharap bisa terus eksis di pasar global.

"Saya dikasihkan kesempatan oleh LPEI untuk show off produk saya. Itu buat saya adalah sesuatu yang luar biasa sekali karena dari situ orang-orang bisa mengenal produk kita," jelasnya.

Tak hanya tu, LPEI akan terus mendorong pelaku UMKM terutama srikandi ekspor lain untuk meng-globalkan produk Indonesia dan mendorong UMKM untuk ekspor secara berkelanjutan.

Editor Sokoguru: Ahmad Yunus