BERITA
Bandrek Geboi dari Rancakalong: Melekatkan Budaya pada Produk
Jika mendengar produk Ibu Suryani, sebagian orang mungkin akan teringat dengan goyangan penari dalam seni tari. Siapa sangka penamaan geboi memang melekat dengan dirinya. Pasalnya, beliau memiliki sanggar seni di Rancakalong yang fokus untuk melestarikan seni di daerahnya.
OlehRauf Muhammad
09 Agustus 2022 07:27
featured image
Bandrek geboi di rak stan UMKM Kecamatan Rancakalong

Bandrek Geboi namanya. Produk ini merupakan singkatan dari Gerakan Bertani Olahan Ibu-ibu. Salah satu produk yang dirintis saat virus corona melonjak di pertengahan 2021.

“Mulanya memang saat virus corona melonjak pada 2021. Dulu kan disarankan minum yang hangat-hangat. Jadi, terpikir untuk membuat bandrek geboi,” jelas Ibu Suryani.

Pelaku UMKM yang cerdik adalah yang dapat merespon kondisi di lingkungannya. Berkat kecerdikan Ibu Suryani, virus corona yang tidak diinginkan pun pada akhirnya melahirkan usaha baginya.

Baginya pembuatan bandrek geboi harus berasal dari jahe emprit. Pengadaan bahan ini pun memanfaatkan KWT (Kelompok Wanita Tani) Raksamustika dari kecamatan. Jika tidak tersedia, biasanya beliau memasok dari gerai-gerai yang biasa memiliki jahe emprit.

“Harus jahe emprit. Bahannya ada di sekitar yang dikembangkan juga dengan pengolahan holtikultura oleh KWT Raksamustika,” jelas Ibu Suryani, “kalau bukan dari jahe emprit, rasanya akan berbeda.”

Dengan bahan yang memanfaatkan dari KWT Raksamustika, Ibu Suryani masih memanfaatkan pengolahan bandrek secara tradisional. Bahkan pengolahan bandrek ini mengalami proses yang cukup panjang. Mulai dari pengirisan jahe hingga mendapatkan serbuk yang diambil dari air perasan jahe setelah didiamkan beberapa saat.

Jika mendengar produk Ibu Suryani, sebagian orang mungkin akan teringat dengan goyangan penari dalam seni tari. Siapa sangka penamaan geboi memang melekat dengan dirinya. Pasalnya, beliau memiliki sanggar seni di Rancakalong yang fokus untuk melestarikan seni di daerahnya.

Sebagaimana ikan yang menggoyangkan badannya. Bandrek geboi telah melambung jauh ke luar kota. Misalnya Lampung, Jakarta, dan Bogor. Bahkan sempat masuk dalam acara Jejak Si Gundul. Produk ini tersedia dalam kemasan satuan dan kemasan yang isi 5 buah. Kemasan isi 5 dihargai dengan harga Rp. 15.000.


Editor Sokoguru: Ahmad Yunus