KLINIK UMKM
Melihat Peluang Sejeli Bisnis WC Umum
Betapa urusan membuang hajat hidup manusia pun bisa menjadi bisnis. Bisnis toilet umum, Bagaimana UMKM bisa belajar jeli dari mereka?
Olehapsoro
07 September 2022 06:54

Fulan tidak bisa menahan keinginannya untuk buang air kecil. Sialnya, rest area terakhir sudah terlewat 10 km lalu. Sepanjang sisa perjalanan, ia menguatkan dirinya untuk tidak berhenti. Ia mengingat pesan leluhurnya untuk tidak kencing sembarangan.

Barulah setelah keluar tol, Fulan menemukan warung nasi pinggir jalan. Tanpa memesan terlebih dahulu, ia langsung permisi ke kamar mandi. Urusannya diselesaikan dengan cara saksama, dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Keluar dari toilet, Fulan merasa lega. Bukan hanya karena urusannya dapat segera diselesaikan, tetapi toilet yang ada pun begitu bersih dan wangi. Di pinggir pintu, ada tulisan: Kencing 1000, Buang Air Kecil 2000, I Love You 3000. Serta ada satu dus kecil berisi recehan yang tidak sedikit.

Pengalaman menggunakan toilet dalam perjalanan tentu menghadirkan banyak kesan. Betapa heroiknya menggunakan toilet ketika kereta api sedang berjalan, betapa bingung bercampur takut menggunakan toilet dalam penerbangan, dan betapa dag-dig-dugnya menggunakan toilet dalam bus malam yang ngebut.

Betapa urusan membuang hajat hidup manusia pun bisa menjadi bisnis. Bisnis toilet umum, tidak hanya di temukan di rest area sepanjang jalan tol. Di sepanjang jalur mudik juga bisa mendadak ada plang “WC UMUM”. Konser musik, rapat besar partai, sampai acara pasar rakyat pun selalu ada toilet umum dadakan berbentuk mobil.

Bisnis toilet adalah bisnis yang dipandang sebelah mata. Tidak pernah diseminarkan dan jarang dikupas tuntas. Bahkan kita tidak menjumpai ada brand ambassador usaha toilet walaupun di mana-mana bisnis toilet dapat ditemukan. Bisnis ini dianggap kurang seksi.

Namun sejujurnya, bisnis ini sangat menjanjikan, karena urusan ke toilet telah menjadi urusan wajib setiap orang. Peluang Inilah yang telah ditangkap dengan berani oleh para pengusaha yang tidak populer. Mereka membuka usaha toilet umum atau penyewaan toilet portable.

Majunya peradaban membuat urusan membuang hajat di luar rumah menjadi hal yang memerlukan sentuhan humanis. Toilet mesti tertutup, terpisah berdasar jenis kelamin, dan bersih. Bahkan beberapa sudah memerhatikan lantai mengilat, wangi, dan lampu yang pas. Hingga senyum ramah cleaning service menjadi satu hal yang wajib di toilet kekinian.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan bisnis toilet tidak hanya tumbuh secara kualitas, namun juga kuantitas. Namun jarang kita dengar pengusaha toilet banting harga atau diskon karena persaingan pasar. Pengusaha toilet tidak akan pernah kekurangan konsumen.

Hebatnya lagi, keberadaan layanan atau ketersediaan sebuah toilet telah menjadi motif kuat yang menggerakkan konsumen membeli produk utama kita.

Kita tidak akan berhenti untuk mengisi BBM kendaraan di sebuah SPBU, jika tahu toiletnya tidak bersih. Kita juga akan malas makan di restoran mewah jika toiletnya berbayar. Akhirnya kita lebih memilih belanja sebungkus makanan kecil untuk bisa numpang ke toilet di minimarket.

Layanan toilet pada akhirnya menjadi salah satu kunci pemikat kehadiran konsumen.

Menjadi perenungan buat kita para pelaku usaha untuk melirik bisnis toilet. Sepertinya bisnis toilet cukup mudah dijalankan. Asal lokasi tepat, sumber air lancar, dibuat bersih, dan tertutup aman. Pasti banyak yang datang.

Atau kita akan menjadikan toilet sebagai pemanggil konsumen, dengan cara menawarkan keberadaan toilet gratis super nyaman di tempat usaha kita? Monggo bebas.

Editor Sokoguru: Ahmad Yunus
TANYA JAWAB
smiley
0/1400 Karakter
    Tidak Ada Komentar