Ide

Lestarikan Gunung Dago Sebanyak 2.021 Bibit Pohon Ditanam

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penanaman bibit pohon jenis Durian, Petai dan Alpukat sebanyak 2.021 plances di hutan Perhutani Petak 56, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jagabaya, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Parung Panjang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor.

Kegiatan menanam pohon merupakan salah satu bentuk keseriusan dalam melestarikan lingkungan di Tanah Air. Untuk itu dalam memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2023, Perum Perhutani bersama ID Survey melaksanakan gerakan menanam pohon di kawasan Wisata Alam Gunung Dago, Parung Panjang, Kabupaten Bogor pada Kamis (30/11).


Dalam kegiatan tersebut dilakukan penanaman bibit pohon jenis Durian, Petai dan Alpukat sebanyak 2.021 plances di hutan Perhutani Petak 56, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jagabaya, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Parung Panjang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor.


"Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia tahun 2023 diharapkan memberikan kesadaran tentang perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati, dengan turut melibatkan partisipasi masyarakat setempat demi kemajuan negara Indonesia," kata Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Perhutani Dewi Fitrianingrum, dalam sambutannya, seperti dilansir www.perhutani.co.id.


Sepanjang 2022, lanjutnya, Perum Perhutani telah melakukan penanaman seluas 34.458 hektare (ha) dan dalam kegiatan penanaman ini Perhutani turut menyediakan 1.000 bibit pohon untuk menyukseskan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bidang lingkungan.


Dewi mengatakan kegiatan penanaman tersebut bukan sebatas menanam bibit pohon, namun akan berdampak positif terhadap lingkungan dan pendapatan wisata Gunung Dago. 


"Apalagi kegiatan ini ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama (PKS) atau MoU dengan ID Survey untuk dijadikan pilot project mitigasi penurunan emisi gas rumah kaca (dekarbonisasi) serta dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekitar hutan," tambah Dewi. 


Ia juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-2 untuk ID Survey, semoga semakin sukses serta menjadi top 5 leader di Asia Pasifik dengan mengoptimalkan layanan testing, inspeksi, sertifikasi, konsultasi, klasifikasi dan statutoria di seluruh wilayah Indonesia.


Sementara itu, Penata Kelola Perusahaan Negara Muda Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fachrudin yang juga hadir pada kegiatan itu mengatakan, terselenggaranya acara yang didukung oleh ID Survey dan Perhutani itu merupakan bentuk keseriusan BUMN dalam melestarikan lingkungan di Indonesia.


Hal itu, lanjutnya, sesuai dengan arahan Menteri BUMN bahwa terdapat tiga prioritas dalam kegiatan TJSL BUMN, yaitu Pendidikan, Lingkungan hidup dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).


“Kedepannya kita akan terus bekerja sama dan berkolaborasi agar antarBUMN dari sektor hulu hingga hilir dapat mendukung program net zero emission baik di tahun 2030 maupun di tahun 2060 sesuai yang di cita-citakan. Hari ini kita juga mengajak temen-temen milenial untuk ikut bergabung dalam kegiatan penanaman agar seluruh karyawan BUMN memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” terangnya.


Direktur Hubungan Kelembagaan ID Survey Andry Tanudjaya menambahkan, acara penanaman pohon itu merupakan langkah konkret menuju keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. 


Menurutnya, tanaman adalah alat alami terbaik dalam menyerap karbon dioksida (CO2) dan menghasilkan oksigen, dengan melakukan penanaman pohon dapat berkontribusi pada upaya global dalam melakukan dekarbonisasi dan mengurangi jejak karbon


“Program penanaman pohon ini juga adalah langkah nyata mendukung beberapa sustainable development goals (SDG), terutama terhadap SDG nomor 13 tentang tindakan iklim dan SDG nomor 15 tentang keanekaragaman hayati. Bersama Perum Perhutani, kita bukan hanya menanam pohon, tetapi juga memastikan bahwa pohon-pohon tersebut tumbuh sehat dan kuat untuk mendukung ekosistem secara keseluruhan. Mari kita bersama-sama menjadi agen perubahan untuk dunia yang lebih baik, terima kasih,” imbuh Andry.


Selain memperingati HMPI 2023, dalam acara ini juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)/Perjanjian Kerjasama (PKS) dalam rangka mewujudkan sinergi BUMN dan persiapan terhadap rencana kerja sama program TJSL khususnya untuk aksi mitigasi penurunan emisi gas rumah kaca dan pengembangan masyarakat.


Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT Surveyor Indonesia M. Haris Witjaksono, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Sucofindo Budi Hartanto, Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Nur Hygiawati Rahayu, Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Tedy Sumarto beserta jajaran, Muspika Kecamatan Parung Panjang, dan perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Kencana Rustam beserta anggota.