MIKROGRAFIK
Kelor, Penangkal Penyakit Horor
Daun kelor bisa dikonsumsi sebagai lalapan, dan jika dikeringkan bisa diseduh seperti teh, dan menjadi berbagai bahan bermanfaat.
Oleh Rafqi Sadikin
07 Juni 2022 03:42

Daun Kelor, daun sejuta manfaat. Tanaman yang tahan hama ini menjadi satu komoditas yang bisa tumbuh di mana saja. Baik di perkebunan, di pegunungan, di pinggir jalan, bahkan di pekarangan rumah. Tanaman ini pun memiliki khasiat, sehingga masuk ke dalam tanaman obat.

Daun Kelor memiliki khasiat yang bagus untuk menjaga kebugaran tubuh. Biasanya, daun kelor dikonsumsi seperti teh, setelah sebelumnya dikeringkan terlebih dahulu. Akan tetapi daun kelor pun bisa dimakan langsung sebagai lalapan, dan dijadikan tepung untuk diaplikasikan sebagai masker wajah.

Kandungan gizi daun kelor yang tinggi telah dibuktikan di banyak laboratorium. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa kelor memiliki vitamin A 4x lipat lebih banyak dari wortel, vitamin B 4x lipat daging sapi, vitamin C 7x lipat jeruk, kalsium 14x lipat susu, kalium 3x lipat pisang, zat besi 3x lipat jamur, asam amino 1,5x lipat telur, dan antioksidan 37x lipat anggur.

Semua kandungan gizi itulah yang membuat tubuh tetap bugar. Teh kelor dianjurkan untuk diminum 2-3x sehari. Dengan meminum teh kelor, kebugaran fisik dapat terjaga. Bahkan teh kelor dianjurkan dikonsumsi oleh penyandang kanker, asma, jantung, diabetes, stroke, dan asam urat.

Kelor dipercaya bisa mengurangi dampak kerusakan dari penyakit-penyakit berat. Terutama dengan memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

Editor: Ahmad Yunus
Mikrografik Terpopuler
Demam Tinggi Harga Cabai
Jelantah Bukan Sampah
Kelor, Penangkal Penyakit Horor