MIKROGRAFIK
Dangke, Keju Asli Sulawesi
Banyak varian serta jenis keju yang tersebar di pasaran. Namun, masih didominasi oleh keju produksian Eropa, tapi Sulawesi punya juga
Oleh Rafqi Sadikin
02 Juni 2022 09:58
Banyak varian serta jenis keju yang tersebar di pasaran. Namun, masih didominasi oleh keju produksian Eropa, yang biasa dipakai sebagai bahan pangan pelengkap sebuah hidangan. Produksi keju Eropa yang melalangbuana, tak membuat keju lokal kalah pamor dengan keunikan bentuk dan rasanya. Seperti salah satu keju khas Sulawesi yang enak disantap dengan teh dan hidangan lain, yang dikenal dengan keju Dangke.

Keju Dangke dibuat dari olahan susu kerbau, serta menjadi keju khas dari provinsi Sulawesi Selatan, khususnya bagi daerah Enrekang. Mulanya, keju Dangke tercipta karena masyarakat Enrekang tak terbiasa mengonsumsi susu biasa. Alhasil, mereka sengaja membuat satu olahan susu yakni keju. Menurut lampiran website Cybex.pertanian, keju Dangke dikenal sejak tahun 1900. Masyarakat setempat, menjadikan Dangke sebagai makanan favorit untuk dikonsumsi saat santai.

Penamaan kata “Dangke” untuk keju unik ini, dikenal berasal dari kata “Dankewell”, saat opsir Belanda sedang menyusuri daerah Enrekang. Masyarakat lokal saat itu menyuguhkan para opsi dengan keju tersebut. Sebagai bentuk terimakasih, paraa opsir mengucapkan terimakasih dengan pelafalan Belanda yakni “Dankewell”. Karena masyarakat setempat Ketika itu salah mengerti ucapan tersebuut, akhirnya susu olahan tersebut dikenal sebagai keju Dangke.

Cara memproduksi Dangke sendiri, sangat sederhana serta tak membutuhkan banyak biaya. Dengan bahan-bahan sederhana dan waktu proses yang tak terlalu lama, menjadi alasan utama Dangke mudah untuk dibuat. Membuat keju Dangke, tak melulu diolah dari susu kerbau. Ketika persediaan susu Kerbau tak mencukupi, keju Dangke dapat dibuat dengan susu sapi.

Dangke dibuat dengan diwadahi di atas daun pepaya. Air perasan dari daun pepaya juga digunakan sebagai penggumpal untuk keju Dangke. Dari teksturnya, Dangke memiliki karakteristik berjenis keju lunak (soft cheese), dengan memiliki kandungan air sebesar 45,75%. Bentuknya, sekilas mirip sekali seperti tahu, dengan rasa yang gurih dan beraroma khas keju kebanyakan.

Di samping  itu, terdapat berbagai macam manfaat yang terkandung dalam keju tradisional Sulawesi Selatan ini. Dangke mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh seperti lemak sebesar 33,89%, protein 17,01, dan asam laktat 0,15%.

Potensi ekonomi untuk olahan produk keju Dangke, cukup besar. Dengan rasa yang persis seperti keju Eropa kebanyakan, dapat menjadi alternatif keju impor ke keju lokal. Belum selesai sampai di situ, mengembangkan bisnis keju Dangke, juga turut mendorong lokal bisnis juga melestarikan produk lokal yang berkualitas baik.

Menurut Dinas pariwisata Enrekang, dari laman Tabloid Sinartani, menyatakan bahwa produk keju Dangke ini bahkan sudah diekspor ke negara Malaysia dan Jepang. Hanya saja, tingkat produksinya masih kurang dikarenakan kurangnya teknologi pangan di industry usaha kecil. Sehingga produk keju tradisional Dangke masih belum menjadi skala prioritas di varietas keju dengan skala nasional maupun internasional.
Editor: Ahmad Yunus
Mikrografik Terpopuler
Demam Tinggi Harga Cabai
Jelantah Bukan Sampah
Kelor, Penangkal Penyakit Horor