Keuangan

Wirausaha Indikator Kemajuan Negara

Lemahnya akses UMKM pada perbankan membuat pelaku UMKM Indonesia sulit untuk bergerak.

UMKM harus berjejaring dengan industri agar bisa berkembang dengan berlanjut.

Tumbuh kembang wirausaha menjadi salah satu indikator kemajuan sebuah negara. Termasuk bagi Indonesia di tengah potensi bonus demografi di masa depan. Sayangnya, angka wirausaha di Indonesia masih kecil dibandingkan dari total penduduk Indonesia.

Saat ini total wirausaha Indonesia baru mencapai 3,47 persen dan tergolong masih kecil dari angka penduduk yang ada. Kondisi ini tak terlepas dari masalah akses pembiayaan perbankan terhadap UMKM yang baru mencapai antara 30 hingga 50 persen.

Lemahnya akses UMKM pada perbankan, membuat pelaku UMKM Indonesia sulit untuk bergerak. Termasuk UMKM Indonesia saat ini yang mayoritas bergerak di sektor mandiri dan tak terkait dengan jejaring industri.

“Kita harus melahirkan produk-produk baru yang inovatif,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Saat ini, menurutnya mayoritas UMKM Indonesia masih bergerak di sektor kuliner. Padahal, sektor industri memiliki potensi yang besar bagi pelaku UMKM untuk tumbuh kembang. Sayangnya, UMKM Indonesia belum berjejaring dengan baik dengan dunia industri ini.

Hingga saat ini, pembiayaan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru mencapai 20 persen. Padalah di negara maju, keterlibatan UMKM dari perbankan bisa mendapatkan akses 60 hingga 80 persen pendanaan.

“Ini karena tidak ada jaminan pada pasar dan tidak terhubung dengan offtaker,” ujar Teten.