Kuliner

Tape Ketan Hitam Ceu Odah Kantongi Sertifikat Halal

Ceu Odah kian terkenal dengan sajian tape ketam hitam dan saroja mini. Apalagi, produk dari Cililin, Kabupaten Bandung Barat ini sudah bersertifikasi halal.

Ai Mulyani memegang sertifikat halal produknya. Dok. sokoguru

sokoguru.id—Ai Mulyani punya mimpi agar produk saroja mini dan tape ketan hitamnya semakin dikenal masyarakat luas. Melalui nama Ceu Odah, ia terus mempromosikan produknya melalui pasar online, pameran hingga dibawa sebagai produk promosi di mancanegara.  

Produk hasil buatannya sendiri ini pun perlahan kian diminati masyarakat luas. Mulai dari Bandung, Jakarta dan sekitarnya, hingga ke luar negeri. Terlebih saat ini ia sudah mengantongi izin halal.  

“Sering dibawa sama dinas di berbagai acara,” kata Ai Mulyani di Rumah BUMN BRI, Jalan Jurang, Bandung.  

Ibu rumah tangga ini memang giat dalam mempromosikan produknya. Ia tak sungkan untuk belajar dan membangun jejaring dengan para mitra pendamping. Termasuk belajar pada Rumah BUMN agar produknya semakin naik kelas. 

“Awalnya iseng tapi ternyata perlahan ada pemasukan,” ujarnya tersenyum. Ia mengaku, seluruh produksi pembuatan seroja mini dan tape ketan hitam merek Ceu Odah ini masih dikerjakan sendiri.  

Setiap hari ia membuat seroja mini dengan kapasitas produksi hingga 5 kilogram. Dengan harga per kardusnya senilai Rp 25 ribu per 50 bungkus. Sementara untuk tape ketan hitam dengan berat 500 gram ia jual Rp 40 ribu dengan kemasan stoples.  

“Sertifikasi halal itu penting sekali buat marketplace. Yang dilihat itu penampilan, legalitas dan sertifikasi halal,” ujarnya agar produk UMKM semakin naik kelas dengan sertifikasi halal.  

Menurutnya, salah satu yang penting terkait kehalalan akan bahan baku produksi. Semua proses harus terjamin keamanan, kebersihan, serta prinsip halal untuk menjamin mutu suatu produk.