BERITA
Singkong Manihot: Produk Asli Kec. Wado, Sumedang
Produk Manihot diciptakan dengan spirit kebersamaan. Ibu Apong dari Kec. Wado mengumpulkan bahan baku produknya dari penati lokal, dan membuat bahan baku memiliki nilai jual.
OlehRauf Muhammad
05 Agustus 2022 03:38
featured image

Manihot namanya. Produk ini merupakan salah satu nama produk buatan Ibu Apong dari Dsn. Kampung Baru, Kec. Wado, Kab. Sumedang. Sebagaimana namanya, bahan dasar singkong Manihot ini berhasil membawa produk Ibu Apong panas.

“Semua produk diberi nama Manihot karena asalnya dari singkong Manihot,” ujar Ibu Apong ketika ditemui di salah satu stan Kec. Wado di Kegiatan Sumedang UMKM Expo dan Gelar Budaya 2022, “memang nama singkongnya Manihot. Mungkin bagi orang awam akan berpikir ke arah yang negatif,” tambahnya lagi.

Produk buatannya ini tidak serta merta hadir tanpa sokongan sekitarnya. Pemerintah desa menjadi salah satu penyokongnya. Sebab semenjak mengikuti pelatihan pembuatan dodol singkong yang diadakan di desa, Ibu Apong disarankan untuk terus mengolah produknya. Tepatnya semenjak 2017, Ibu Apong merintis usahanya hingga sekarang.

“Kalau dulu, memang produknya berbahan singkong Manihot. Sekarang jadi beragam, tetapi produknya tetap diberi nama Manihot,” ujarnya. Sebut saja keripik singkong, keripik pepaya, rempeyek kacang tanah, rempeyek kacang hijau, dan manisan terong telah diproduksi Ibu Apong. Tentu tanpa meninggalkan nama Manihot.

Produk bernama unik ini masih mengalami tantangan bisnis. Ibu Apong mengungkap bahwa produknya masih belum menemukan pasar yang besar. Tetapi itu tidak membuatnya patah arang. Meski begitu, semangatnya berkolaborasi tetap besar.

“Ibu memanfaatkan bahan produk yang diperoleh dari petani di desa. Kalau singkong biasanya masyarakat tanam sendiri,” jelas Ibu Apong.

Saat ini, Ibu Apong berjualan dengan sistem PO (Purchase Order).

Editor Sokoguru: Ahmad Yunus