BERITA
Sepatu Rajut Rinza Indramayu: Dari Car Free Day Hingga Mandalika dan G20.
Sepatu rajut Rinza berhasil menjadi salah satu sepatu unggulan berbahan sulam rajut yang berhasil menembus perhelatan G20 dan MotoGP di Mandalika beberapa waktu lalu. Seperti apa keunikan produknya? Simak cerita sepatu rajut berikut ini.
OlehSalsabilla Ramadhanty
28 November 2022 02:12
featured image

Sokoguru.id – Tak seperti kebanyakan sepatu lain yang dominan dibuat dari bahan kulit atau canvas, sepatu dari Indramayu ini dibuat dari sulaman rajut. Unik dan juga menarik. Lalu seperti apakah sepatu rajut asal Indramayu ini?

Awal Produksi

Zakki Husni Mubarok (35) memulai ushanya sejak 2015 silam. Ia mengutarakan bahwa dirinya memulai usaha sepatu rajut ini karena hobi merajut yang sudah ia tekuni sebelumnya. Dari sana lah, ia mencoba untuk menjual produk sulamannya.

“Kemudian ada beberapa teman yang pesan produk kami dan alhamdulillah mulai banyak tau,” jelas Zakki.

Semenjak itulah, Rinza sepatu rajut ini mulai dimintai hadir di acara-acara pameran yang diadakan oleh Kementrian dan Dinas terkait di dalam maupun luar kota. “Kami pun sering diminta oleh Dinas dan Kementrian untuk mengisi produk di beberapa pameran dalam dan luar kota, alhamdulillah dari situ kamu dapat pelanggan,” tuturnya.

Bahkan, Ketika waktu weekend tiba ia mengaku sering berjualan di acara Car Free Day Indramayu. Sehingga dirinya mampu menggaet pelanggan lebih banyak. Namun, Ketika pandemic datang kegiatan berjualan di Car Free Day terpaksa ia hentikan.

Walaupun demikian, dirinya tidak putus asa untuk terus tingkatkan peluang ekspansi pemasaran sepatu rajut miliknya. Seperti pada tahun 2020 lalu, Rinza Rajut bergabung dalam Beli Kreatif Lokal (BKL) yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Produk yang ia jual, ternyata mampu lolos uji kurasi. Tak berhenti sampai di situ, Rinza rajut juga diikutsertakan dalam pelatihan, pendampingan serta perluasan pasar selama kurang lebih 6 bulan berturut-turut.

“Beberapa kali kami juga diminta instansi untuk mengisi kegiatan keterampilan khususnya merajut. Dari situ kami sudah memberikan manfaat ke beberapa orang hingga ratusan orang yang dibiayai oleh instansi terkait,” papar Zakki.

Produksi Sepatu Rajut Rinza

Mungkin Sebagian orang menyangka jika sepatu hasil sulaman rajut, tidak tahan lama Ketika terus menerus digunakan. Namun siapa sangka, sepatu yang berbahan dasar sulaman rajut tersebut, kuat dipakai.

Proses pembuatannya memang dikenal cukup menelan banyak waktu. Dalam pembuatannya, terdapat Teknik khusus sehingga membuat sepatu rajut bisa tahan dan kuat. “InsyaAllah kuat ka, karena pekerjaan awal yaitu disol dahulu ke benangnya, dan dirajut dengan kuat juga.”

Ia juga meyakinkan bahwa penggunaan sepatu rajut ini diklaim tahan lama, sebab dirinya sudah mencoba sepatu rajut ini selama bertahun-tahun. “Saya sudah memakai selama ini dan alhamdulillah belum pernah diperbaiki/rusak,” jelasnya.

Dari proses pembuatannya, bisa dibilang tidak sesederhana bentuknya. Karena dibutuhkan Teknik khusus merajut yang diaplikasikan mengikuti model sepatu. Awalnya, benang rajut disol pada bagian bawahnya lalu sulam keliling kearah atas sepatu sesuai model.

Pembuatan sepatu rajut ini bisa menyesuaikan dengan pesanan sesuai custom pembeli. “Iya ka. Sesuai costum/pesanan. tapi tetap kita lihat dulu. apakah kita mampu atau tidak, dalam artian apakah nanti produknya akan terlihat bagus dan nyaman dipakai atau tidak,” jelasnya.

Tak hanya sepatu dewasa, produk rajut yang ia jual memiliki berbagai jenis lainnya seperti sepatu bayi, wedges, slope, keds, pantofel dan boots. Lama produksi sepatu rajur Rinza bisa mencapai 1-2 hari.

Produk rajut miliknya pernah dipamerkan di banyak acara salah satunya dalam perhelatan acara Expo Dekranasda Jawa Barat yang dihadiri oleh Atalia Kamil sebagai ketua Dekranasda Jabar. Bahkan Atalia sudah membeli beberapa produk miliknya di acara tersebut.

“Ia (Ketika datang ke stand), menanyakan sudah berapa lama usahanya, ada produk apa saja dan alhamdulillah membeli tas dan sepatu rajut juga,” tambah Zakki.

Tak berhenti sampai di situ, sepatu rajut Rinza juga berhasil terpilih menjadi salah satu produk yang menembus perhelatan MotoGP yang diselenggarakan di Mandalika dan G20.

“Tahun ini alhamdulillah kami berkesempatan menjadi salah satu UMKM pilihan Kemenparekraf untuk mengirimkan produk ke Mandalika pada saat MotoGP 2022, dan berlanjut mengirimkan produk ke Bali dalam rangka G20.”

Zakki juga Mengungkapkan bahwa omzet yang dihasilkan dari usaha rajut nya ini bisa mencapai 4 hingga 7 jutaan per bulan untuk sekarang. Bahkan omzet yang dihasilkan mengalami peningkatan di tahun 2020 dan 2021.


Editor Sokoguru: Nuari Hadian