BERITA
Rengginang Amuba: UMKM Bermodalkan Semangat dan Kegigihan
Diawali dengan modal semangat, kini Rengginang Amuba meraup omzet 8 juta per bulannya. Ini adalah kisah kegigihan Mulyani, pembuat rengginang asal Kec. Cisitu, Kab. Sumedang.
OlehRauf Muhammad
01 Agustus 2022 15:21
featured image
Mulyani memegang produk Rengginang Amuba jelang foto produk bersama sokoguru.

sokoguru.id—Memulai usaha dengan modal semangat dan kegigihan bukan hal yang mustahil. Ungkapan itu dibuktikan dengan jitu oleh Mulyani, pembuat rengginang asal Cisitu. Saat ini rengginang buatannya menjadi satu produk unggulan Kec. Cisitu, Kab. Sumedang.

“Semuanya masih diproduksi manual, tidak ada peralatan yang canggih,” ungkap Mulyani, “saya memulai semuanya tanpa modal yang besar,” lanjutnya.

Rengginang buatannya digoreng menggunakan kompor berbahan bakar kayu. Teknik pengeringannya masih membutuhkan sinar matahari langsung. Sehingga tantangan produksi yang dihadapi Mulyani cukup banyak.

“Kadang kalau tidak ada matahari jadinya susah kering. Rengginang juga tidak bisa menyatu. Akhirnya pas digoreng selalu pecah,” jelas Mulyani.

Tetapi semua itu diatasi Mulyani dengan semangat dan kegigihan. Awalnya ia hanya memproduksi rengginang dengan 2 kg beras ketan per hari. Pemasaran pun hanya dilakukan ke warung-warung sekitar rumahnya. Namun penikmat rengginangnya semakin lama semakin banyak.

Kini perharinya, Mulyani mampu memproduksi rengginang dengan 10 liter beras ketan. Pemasaran rengginangnya pun mulai meluas hingga ke luar Kec. Cisitu. Grosir-grosir dan minimarket mulai menjual produk Rengginang Amuba. Hingga akhirnya, omzet yang diraih Mulyani menyentuh 3-8 juta per bulannya. Omzet pun bisa meningkat jelang lebaran dan hajatan.

“Alhamdulillah, saya selalu ikut pelatihan yang diadakan di desa. Semua yang dikatakan pengajar saya lakukan, mulai dari mengurus izin, hingga membuat kemasan baru yang lebih bagus,” papar Mulyani.

Rengginang Amuba merupakan nama yang membawa keberuntungan untuk Mulyani. Nama itu diucapkan oleh salah seorang mahasiswa yang melaksanakan KKN di Kec. Cisitu.

“Namanya Amuba, bisa membelah diri dan menyebar ke mana-mana. Harapannya, rengginang buatan saya pun bisa begitu. Menyebar dan ada di mana-mana,” pungkas Mulyani.

Editor Sokoguru: Ahmad Yunus