BERITA
Kelompok Wanita Tani Berdaya di Rancakalong
Kelompok Wanita Tani (KWT) sudah lihai dalam mengolah pekarangan sendiri. Lahan yang tidak produktif disulap jadi lahan produktif. Selain digunakan untuk keperluan dapur sehari-hari, hasil tani pekarangan itu bisa menambah pendapatan keluarga.
OlehRauf Muhammad
10 Agustus 2022 00:09
featured image
Dede Suarni menunjukkan produk hasil KWT Hanjuang Bungur, Kec. Rancakalong

sokoguru.id—Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi satu kelompok yang memiliki manfaat besar di desa. Program utamanya adalah tani pekarangan dan pembuatan produk unggulan. Program tani pekarangan inilah yang sering kali memberikan tambahan pendapatan keluarga.

Di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, hampir setiap desa memiliki KWT. Kegiatan tani pekarangan tentu menjadi yang utama. Tetapi di Kec. Rancakalong, tiap KWT diarahkan untuk membuat satu produk unggulan yang siap jual.

“Awalnya hanya ada 2 KWT di Rancakalong ini, sekarang diarahkan oleh Pak Camat agar setiap desa minimal punya satu KWT,” ungkap Dede Suarni, Koordinator UMKM Kecamatan Rancakalong, “tiap KWT ini juga diarahkan agar punya satu produk unggulan,” lanjutnya.

KWT yang bertumbuh mulai memproduksi produk unggulan. Hasil tani pekarangannya tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur sendiri. Umbi-umbian yang ada di masing-masing pekarangan dikumpulkan dan diolah hingga menjadi bubuk.

“Kami ikut pelatihan juga, hingga akhirnya ada produk-produk seperti jahe instan, kunyit instan, dan temulawak instan. Ini hasil tani pekarangan, yang produksinya KWT Hanjuang Bungur dari Desa Rancakalong, Kec. Rancakalong,” jelas Dede.

Dalam membuat desain produk, KWT Hanjuang Bungur mendapat dukungan dari Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Sehingga tampilan produk KWT memiliki tampilan yang menarik.

“Alhamdulillah ibu-ibu di KWT dibantu sama mahasiswa ITB, jadi desain produknya juga lebih menarik. Itu juga bikin ibu-ibu jadi semangat,” pungkas Dede.

Editor Sokoguru: Ahmad Yunus