BERITA
Kasus Positif PMK di Kota Bandung Melonjak
Wabah PMK kian meluas, sejumlah kelurahan di beberapa kecamatan di Kota Bandung, mulai mengalami lonjakan kasus.
OlehSalsabilla Ramadhanty
17 Juni 2022 12:44
featured image

Sokoguru.id – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sudah menjadi peringatan nasional sejak beberapa waktu lalu. Berawal dari hewan ternak di Jawa Timur yang terinfeksi, hingga menyebar ke daerah lainnya.

Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Badnung, Gin Gin Ginanjar, melaporkan penambahan kasus hewan yang terkonfirmasi positif mengidap PMK atau yang masih berstatus terduga. Hingga hari ini, masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut Balai Veteriner Subang.

Per kamis, 9 Juni 2022, data berbicara ada sebanyak enam kelurahan yang sudah terkonfirmasi serta terduga terinfeksi PMK. Kelurahan tersebut antara lain, Cisurupan dan Palasari, kecamatan Cibiru, Kelurahan Babakan Ciparay dan Sukahaji, kecamatan Babakan Ciparay dan Kelurahan Caringin dan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon.

“Kalau dari kelurahan Cisurupan itu, ada 69 ekor yang terdiri dari sapi perah 42 ekor, sapi potong 23 ekor, kalau yang terduga (masih menunggu uji klinis) 83 ekor, terdiri atas sapi perah 35 ekor, 48 ekor sapi potong,” tutur Gin Gin.

Gin Gin kemudian menambahkan, di Kelurahan Palasari masih berstatus terduga PMK dengan sejumlah 42 ekor sapi potong.

Daerah pertama dengan sapi yang terkonfirmasi PMK di Kota Bandung, adalah Babakan Ciparay. dengan jumlah 84 ekor sapi positif. Sedangkan, untuk kelurahan Sukahaji 51 ekor, masih diduga bergejala PMK, dan tengah menunggu uji klinis.

Sedangkan kecamatan Bandung Kulon, terdapat kenaikan signifikan untuk sapi yang terdeteksi mengidap PMK. Dari sekitar 18 ekor, kini bertambah menjadi 34 ekor, Dimana 33 ekor berasal dari kelurahan Caringin dan satu lainnya dari Kelurahan Cigondewah Kaler.

Namun, ada 13 ekor yang sudah terkonfirmasi sembuh setelah menjalani karantina dan pengobatan intensif. Hal itu merupakan kunci percepatan kesembuhan hewan ternak dari PMK. Walau demikian, Gin Gin tetap berharap ada penambahan obat-obatan dan fasilitas Kesehatan ternak tambahan dari pemerintah.

“Kalau sampai hari ini, dengan kasus yang ada, insya Allah masih cukup, dari mulai vitamin mineral, injeksi. Tapi dengan masifnya perkembangan kasus, kita lumayan kekurangan juga dan kita sudah menghitung sebetulnya berapa yang dibutuhkan dan sudah kita laporkan dan ajukan juga ke Pemprov untuk menambah pasokan obat-obatan ke depannya,” tambah Gin Gin.

 

Editor Sokoguru: Nuari Hadian