Keuangan

Inkubasi UMKM : Agar UMKM Indonesia Tidak Mandeg

KemenkopUKM Merancang Program Inkubasi UMKM Indonesia.

Pemerintah Indonesia mendorong agar pelaku UMKM mampu naik kelas.

64,2 juta UMKM menjadi motor ekonomi kerakyatan Indonesia. Namun hampir 99,6 persen dari angka luar biasa ini didominasi pelaku usaha mikro. Kondisi ini pun dinilai menjadi jebakan dan membuat pelaku UMKM Indonesia mandeg pada posisi yang sama.

Mengatasi hal itu, melalui program inkubasi dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, merancang sebuah program agar UMKM Indonesia mampu naik kelas. Salah satunya melalui pendampingan bagi para pelaku UMKM ini.

Hingga saat ini ada 300 pelaku usaha yang terseleksi dari total 7.390 usaha mikro selama tahun 2021-2022. Dalam waktu enam bulan ke depan, para pelaku usaha mikro ini akan mendapatkan berbagai program seperti pengembangan produk, pemasaran, hingga akses pasar.

Menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM) Teten Masduki, para pelaku UMKM juga tengah didorong untuk mengembangkan produk inovasi dari sektor kelautan dan pengolahan hasil perkebunan Indonesia.

Dua sektor ini, seperti komoditas rumput laut, perikanan, bahkan hingga CPO memiliki permintaan yang tinggi. Untuk itu, ia ingin pelaku UMKM bisa memanfaatkan peluang ini. Termasuk terhubung dengan rantai pasaok industri.

Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM Indonesia agar naik kelas di tengah tantangan yang ada. Para pelaku UMKM menghadapi persoalan teknis dalam mengembangkan berbagai produknya. Keterbatasan sumber daya manusia dan akses permodalan menjadi salah satu kendala saat ini. Selain itu, mereka juga dihadapkan pada persoalan manajemen UMKM yang pelik. Sekalipun pelaku UMKM Indonesia ini dinilai paling bertahan di tengah krisis sebelumnya.