Pariwisata

Gunung Fuji di Jepang Ternyata Privat! Kira-Kira Siapa Pemilik Gunung Fuji?

Walaupun gunung Fuji populer di kalangan publik, Gunung Fuji ternyata bukan tempat wisata umum yang seluruhnya dimiliki pemerintah Jepang, lho. Kira-kira, bagaimana sejarahnya?

sumber: freepik

Sokoguru.id - Gunung Fuji merupakan salah satu ikon negara Jepang yang sangat terkenal serta menjadi objek wisata populer di negeri Sakura tersebut. Gunung ini memiliki nilai budaya, sejarah, serta menjadi simbol penting dalam seni, sastra, dan agama yang sakral bagi masyarakat Jepang.

Gunung Fuji, atau yang sering masyarakat Jepang sebut sebagai Fuji-san merupakan gunung tertinggi di Jepang dengan ketinggian 3.776 meter. Gunung ini terletak di perbatasan antara dua prefektur, yaitu prefektur Yamanashi dan prefektur Shizuoka.

Walaupun gunung Fuji populer di kalangan publik, Gunung Fuji ternyata bukan tempat wisata umum yang seluruhnya dimiliki pemerintah Jepang, lho.

Kira-kira, bagaimana sejarahnya?

Di lansir dari Japantoday.com, pemilik puncak gunung Fuji tersebut bukanlah 'seseorang', melainkan bagian dari Kuil Agung Sengen Taisha. Area gunung milik kuil adalah segalanya, mulai dari tingkat kedelapan gunung (3.250 meter) hingga puncak (3.776 meter).

Jika kita menarik garis histori kembali pada tahun 1604-an, Tokugawa Ieyasu berhasil membangun kuil yang luas dari wilayah kuiil agung sebelumnya, yang didirikan oleh kaisar Heizei (806-809).

Pembangunan kuil oleh Shogun Tokugawa tersebut, merupakan momen memperingati penaklukan Jpeang sekaligus momen pengangkatan Tokugawa sebagai Shogun.

Pada tahun 1606, Tokugawa menyumbangkan area gunung Fuji pada pihak kuil Fujisan Hongu Sengen Taisha. Kuil tersebut berfungsi hingga zaman Edo. Namun setelah menginjak pemerintahan Kaisar Meiji, ia menguasai banyak tanah di seluruh negeri Jepang, termasuk kuil di gunung Fuji. Mereka berniat mengubah kuil menjadi publik.

Namun, pihak kuil Sengen Taisha membawa kasus ini ke pengadilan. Pihak kuil pun bersikeras bahwa tanah tersebut adalah tempat spiritual yang sangat penting bagi mereka. Akhirnya, puncak Fuji diakui sah sebagai milik kuil pada tahun 1974.

Meski pun telah mendapatkan hak atas puncak gunung Fuji, kuil Sengen Taisha belum bisa mendaftar diri sebagai pemilik lahan tersebut. Walaupun tanah privat, publik tetap dapat mendaki ke puncak gunung Fuji bahkan masuk ke kuil di sana.