BERITA
Gatotkaca Rilis: Hanung Bramantyo Enggan Pasang Target Penonton
Sebagai produser film superhero Gatotkaca, Hanung Bramantyo enggan memasang target penonton setelah dua tahun tertunda karena pandemi
OlehSalsabilla Ramadhanty
08 Juni 2022 06:18
featured image

Sokoguru.id – Setelah tertunda selama 2 tahun karena pandemi COVID-19, film Garapan sutradara Hanung Bramantyo “Satria Dewa Gatotkaca” akhirnya akan segera tayang pada 9 Juni mendatang.

Kendati demikian, Hanung mengaku tak mau mematok target dari film tersebut. Namun, dilihat dari tiket pre-sale yang terjual habis di beberapa daerah, Hanung berharap itu adalah sebuah pertanda baik untuk “Satria Dewa: Gatotkaca”.

“Melihat kondisi pre-sale tiket yang ternyata disambut, pertanda baik ya. Tapi saya nggak berani optimis. Takut,” ujar Hanung kepada ANTARA, Senin 6 Juni 2022.

Namun, Hanung berharap, industri film Indonesia bisa sukses layaknya film “KKN di Desa Penari”. Dengan demikian, industri film Tanah Air pun akan lebih hidup.

“Insha Allah seperti KKN. Semua film Indonesia pasti pingin ya seperti KKN. Kalau bisa setiap bulan ada 4 juga, 8 juta gitu. Jadi hidup lah industrinya,” kata Hanung.

Dalam film “Satria Dewa Gatotkaca,” Hanung ingin mencoba mengubah stereotip yang ada di masyarakat. Dia pun menjadikan film  ini, dibungkus dengan konsep Yin dan Yang.

“Jadi kita pakai konsep Yin dan Yang. Di dalam hitam ada putih, di dalam putih ada hitam. Di dunia nyata kan juga seperti itu. Yang kita lihat kok kayaknya baik, tapi kok ternyata begitu ya. Ya begitulah, orang tahu semuanya. Itu yang mendasari keinginan saya. Jadi buat apa kita masih harus stereotip?” jelas Hanung.

Ia menambahkan, tampilan sosok Fedi, tokoh dalam film Gatotkaca, didesain sesuai dengan tema yang tidak condong pada stereotip tersebut. “Kostum Fedi juga tampil warna putih. Karena saya ingin membalik stereotip itu. Putih identik dengan suci, hitam identik dengan gelap. Kasihan dong orang kulit hitam selalu dianggap sebagai orang jahat. Padahal nggak,” sambungnya.

Tak hanya ingin mencoba mengubah stereotip yang ada di tengah masyarakat, Hanung pun berharap agar masyarakat khususnya anak muda, Kembali menyukai tokoh-tokoh wayang atau kisah superhero klasik dalam negeri yang selama ini dianggap tidak modern. Dengan demikian, industri pewayangan di Indonesia pun dapat Kembali naik dan hidup.

“Saya berharap semua pelaku wayang di Jogja, Surabaya, semua tokoh Cepot dan lain-lain yang dianggap sebagai tokoh kampungan, ini bisa naik. Kita berdoa banget ini bisa berhasil di masyarakat,” tutupnya.

Pewarta : Lifia Mawaddah Putri | Edito Antara : Maria Rosari Dwi Putri

 

Editor Sokoguru: Ahmad Yunus