BERITA
Bisakah Kita Menerima Produk Daur Ulang yang Jauh Lebih Mahal?
Dengan mengetahui ekosistem produk daur ulang yang begitu panjang, akankah kita bisa menerima harga produk daur ulang yang lebih mahal daripada produk biasa? Akankah kita mengeluarkan kocek lebih dalam untuk membantu menyelamatkan bumi?
OlehRauf Muhammad
17 November 2022 08:43
featured image
Kursi dari bahan daur ulang yang diproduksi oleh After Waste. Dok. IG AfterWaste

sokoguru.id—Produk dengan bahan daur ulang kerap kali dihargai lebih mahal daripada produk biasa. Hal itu pun diakui oleh Chairman Indonesian Plastic Recycle (IPR), Ahmad Nuzuluddin. Ia berpendapat bahwa ini merupakan konsep ekonomi sirkular.

“Untuk kita bisa menghargai jerih payah ekosistem, dimulai dari orang yang mengorek sampah sampai memilah. Ini juah lebih panjang dan memang membutuhkan biaya yang besar,” ungkap Ahmad.

Memang untuk menghasilkan produk dai bahan daur ulang, ekosistem yang ada bertambah panjang. Ada peran pengumpul dan pemilah sampah yang layak digunakan. Sehingga cost produksi pun bertambah secara otomatis.

Konsep ekonomi sirkular ini berdasar pada prinsip pemanfaatan kembali barang sisa konsumsi. Sehingga, barang sisa konsumsi akan mendapatkan tambahan nilai ekonomi. Selain itu, prinsip ini juga tidak akan mencemari lingkungan.

“Kini yang harus benar-benar paham dulu kenapa harus bersirkular, lalu mengapa jalurnya harus seperti itu, adakah kepedulian dari kita,” tegas Ahmad.

Konsep ekonomi sirkular ini menjadi salah satu isu dalam pameran Plastics & RUbber Indonesia 2022. Event ini mengangkat tema “The Future of Plastic Sector in Indonesia”, yang mendorong para pebisnis untuk menyadari dan membuka diri terhadap model bisnis sirkular.

“Oleh karena itu, untuk pertama kalinya Pamerindo berkolaborasi dengan IPR menghadirkan Circular Economy Zone dalam pameran ini,” terang Lia Indriasari, Event Director Pamerindo.

Event positif yang telah digelar 33 kali ini akan dilangsungkan hingga tanggal 19 November 2022, di JIExpo, Kemayoran.

Editor Sokoguru: Ahmad Yunus