BERITA
Barang dan Jasa Lokal Akan Banyak diserap Pemkot Bandung Pada 2023
Pengadaan barang dan jasa di Kota Bandung akan ditingkatkan demi mengurangi tingkat penggunaan produk impor. Hal tersebut juga sejalan dengan peningkatan penggunaan barang dan jasa di pemkot Bandung.
OlehSalsabilla Ramadhanty
15 November 2022 06:45
featured image
Ema Sumarna (dok: bandung.go.id)

Sokoguru.id - Tim Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri (P3DN) Kota Bandung, tengah mempersiapkan penggunaan produk lokal untuk barang dan jasa Pemerintahan Kota Bandung.

Ema Sumarna, Ketua Tim P3DN mengatakan, meski demikian bukanlah tergolong hal yang baru sebab penerapan terhadap pengadaan barang dan jasa pemerintahan akan semakin digencarkan pada tahun 2023 mendatang.

"Kita tekankan pada para OPD untuk menyediakan barang dan jasa dalam negeri sesuai APBD yang sudah diresmikan nanti. Penggunaan barang impor masih boleh, tapi tidak boleh lebih dari 5 persen," ucapnya.

Contoh barang yang ia katakan seperti halnya laptop. Pembelian laptop ini harus ditekankan, jika produk dalam negeri secara kualitas memilii standar yang setara dengan produk impor.

"Jika ternyata tidak, kita harus melihat life timenya juga. Jangan sampai karena efisiensi anggaran, akhirnya beli dalam negeri yang murah tetapi nyatanya harus terus diganti tiap tahun," tambahnya.

Ia juga mengatakan, terkecuali untuk barang tekstil seperti kain dan makanan, sudha dipastikan harus dari produk dalam negeri. Karena hal inilah, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) wajib melaksanakan instruksi ini dan akan dibantu oleh Pemkot Bandung agar sesuai dengan produk dalam negeri yang memiliki kualitas baik.

"Kalau barang diproduksi, laku dijual, perusahaan itu akan terus bertahan. Para pekerjanya pun tetap bertahan tidak ada PHK. Maka bisa semakin menyejahterakan masyarakat dan meningkatkan ekonomi Kota Bandung. Ini Multiflier effect," jelas Ema.

Ia berharap, dengan adanya kebijakan inilah pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung tahun ini akan menignkat sebesar 2,9-5 persen. "Ini sangat strategis karena jika dikaitkan dengan kondisi yang saat ini dialami yakni musibah non alam Covid-19 yang belum berakhir, kita sangat perlu melakukan percepatan ekonomi."

Di samping itu, Ketua Harian P3DN, Eric M Atthauriq mengatakan, berdasarkan dari Inpres Nomor 2 tahun 2022, mengenai percepatan belanja produk dalam negeri, diharapkan seluruh tim bisa paham mengenai peningkatakn penggunaan dalam neegri pada barang dan jasa di Pemkot Bandung.

"Menyongsong penetapan RAPD 2023, kami menyelenggarakan dua kegiatan hari ini dan besok. Sosialisasi bagi seluruh anggota P3DN Kota Bandung untuk memahami pelaksanaan ini seperti apa sehingga kami hadirkan narasumber dari kementerian Perindustrian dan BPKP Jabar," terang Eric.

Acara tersebut mengundang para pelaku UMKM di Kota Bandung. Yang bertujuan untuk mengajak mereka berpartisi aktif dalam penyediaan barang dan jasa di Kota Bandung. Dalam kaitannya dengan itu juga, para UMKM diajarkan agar pelaku UMKM dapat memasukkan produknya dalam e-katalog.

Editor Sokoguru: Ahmad Yunus